#RSUDAM#Limbah

Incinerator Tak Berfungsi, Lampung Kesulitan Olah Limbah Medis

Incinerator Tak Berfungsi, Lampung Kesulitan Olah Limbah Medis
Incinerator milik Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM). MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Humas Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Dewi Ratna Ria, mengatakan mesin pengelola limbah medis atau incinerator yang ada di rumah sakit milik pemda tak berfungsi sejak tahun 2016.

Ia mengatakan incenerator yang ada sudah tidak dioperasikan lagi karena beberapa hal yang menyangkut kesehatan warga sekitar rumah sakit.

"Incinerator kami tidak mendapatkan izin lingkungan karena lokasi yang berada di lingkungan padat penduduk sehingga risiko pencemaran udara sangat tinggi," ujarnya, Selasa 2 Februari 2021.

Untuk itu, lanjutnya, incenerator yang tingginya lebih rendah dari bangunan gedung perawatan di RSUDAM saat ini pihaknya sedang mengupayakan sebuah solusi.

"Saat ini incenerator tersebut dalam proses pengajuan untuk penghapusan di pemda," kata dia.

Tidak berfungsinya seluruh incinerator yang ada, memaksa pemda dan seluruh pengelola rumah sakit swasta untuk bekerja sama dengan pihak ke-tiga dalam pengelolaan lmbah medis.

"Kami kerjasama dengan PT. Biuteknika Bina Prima selaku transporter dan PT. Wastec selaku pemusnah Limbah," kata Dewi.

Ketua IDI Kota Bandar Lampung, dr. Aditya M. Biomed bahkan mengakatan bahwa seluruh rumah sakit milik pemda tak memiliki incinerator atau mesin pengelola limbah medis yang masih berfungsi.

"Kalau di RSUDAM dan Tjokrodipo itu sudah tidak difungsikan, tapi sepertinya di RS Imanuel punya. Tapi nggak tau berfungsi atau tidak," ujarnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait