#perekonomian#impor

Impor Lampung pada Juli 2020 Turun 17,96 Persen

Impor Lampung pada Juli 2020 Turun 17,96 Persen
Ilustrasi.Dok.Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat nilai impor Lampung pada Juli 2020 yang 108,87 juta dolar AS menurun 23,83 juta dolar atau 17,96 persen dibandingkan Juni 2020 yang tercatat 132,70 juta dolar.  Ada lima golongan barang impor utama yang mengalami penurunan.

"Nilai impor Juli 2020 lebih rendah 78,22 juta dolar atau turun 41,81 persen jika dibanding Juli 2019
yang tercatat 187,09 juta dolar," kata Kepala BPS Lampung, Faizal Anwar kepada Lampost.co, Selasa, 1 September 2020.

Dari sepuluh golongan barang impor utama pada Juli 2020, lima di antaranya mengalami penurunan, yakni gula dan kembang gula 65,18 persen; besi dan baja 52,72 persen; pupuk 34,62 persen; bahan kimia organik 22,52 persen; dan berbagai produk kimia 0,32 persen. 

"Adapun golongan barang impor utama yang meningkat adalah binatang hidup naik 84,21 persen; gandum-ganduman  83,38 persen; ampas atau sisa industri makanan 43,00 persen; mesin-mesin atau pesawat mekanik 22,64 persen; dan garam, belerang, dan kapur 4,31%," ujarnya.

Berita terkait: Nilai Ekspor Lampung pada Juli 2020 Capai 276,85 Juta Dolar AS

Kontribusi sepuluh golongan barang utama terhadap total impor Lampung pada Juli 2020 mencapai 63,28 persen. Perinciannya adalah binatang hidup 21,41 persen; gula dan kembang gula 18,53 persen; ampas atau sisa industri makanan 8,75 persen; mesin-mesin atau pesawat mekanik 5,72 persen; gandum-ganduman 3,58 persen; berbagai produk kimia 1,27 persen; bahan kimia organik 1,18 persen; besi dan baja 1,06 persen; pupuk 1,02 persen; dan garam, belerang, serta kapur 0,76 persen.

"Nilai impor menurut penggunaan barang pada Juli 2020 dibanding Juni 2020 untuk dua kelompok penggunaan barang meningkat. Barang konsumsi meningkat 62,99 persen dan barang modal naik 20,10 persen," katanya. 

Dia menambahkan untuk bahan baku atau penolong turun 19,63 persen. Jika dibandingkan dengan Juli 2019, barang konsumsi naik 23,55 persen, bahan baku atau penolong turun 41,09 persen, dan barang modal turun 59,35 persen.

Nilai impor menurut penggunaan barang Januari-Juli 2020 dibandingkan Januari-Juli 2019, barang konsumsi turun 7,45 persen, bahan baku/penolong turun 59,93 persen, dan barang modal turun 34,31 persen.

"Penurunan ini juga masih berdampak dari Covid-19 yang masih terjadi di Indonesia termasuk Lampung," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait