#impor#Lampung

Impor Lampung Naik Signifikan di Maret 2021

Impor Lampung Naik Signifikan di Maret 2021
Ilustrasi. Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Lampung pada Maret 2021 mencapai USD227,91 juta atau mengalami peningkatan sebesar USD91,40 juta. Angka itu naik 66,95 persen dibanding Februari 2021 yang tercatat USD136,51 juta.

"Nilai impor Maret 2021 tersebut lebih besar USD124,25 juta atau naik 119,86 persen jika dibanding Maret 2020 yang tercatat USD103,66 juta," kata Kepala BPS Provinsi Lampung, Faizal Anwar dalam siaran resminya, Selasa, 4 Maret 2021.

Menurut Faizal dari 10 golongan barang impor utama pada Maret 2021, enam golongan barang mengalami peningkatan, masing-masing adalah gula dan kembang gula naik 295,46 persen, ampas/sisa industri makanan naik 88,46 persen, biji-bijian berminyak naik 1514,39 persen, besi dan baja naik 38,36 persen, mesin-mesin/pesawat mekanik naik 11,57 persen, serta gandum-ganduman naik 652,75 persen.

"Sedangkan golongan barang yang mengalami penurunan adalah binatang hidup turun 44,98 persen, pupuk turun 46,96 persen, bahan kimia organik turun 17,15 persen, serta berbagai barang logam dasar turun 32,80 persen," jelasnya.

Adapun negara pemasok barang impor ke Provinsi Lampung pada Maret 2021 adalah Nigeria USD61,33 juta, India USD41,03 juta, Australia USD31,90 juta, Brazil USD22,49 juta, Amerika Serikat USD21,99 juta, Argentina USD20,52 juta, Tiongkok USD7,72 juta, Jepang USD4,28 juta, Thailand USD3,34 juta dan Belarusia USD2,62 juta.

"Nilai impor pada Maret 2021 dibanding Februari 2021 untuk barang konsumsi naik sebesar 15,15 persen dan bahan baku/penolong naik 122,85 persen, sedangkan barang modal turun 90,89 persen," jelasnya.

Jika dibandingkan dengan Maret 2020, barang konsumsi naik 5,41 persen, dan bahan baku/penolong naik 126,88 persen, sedangkan barang modal turun 6,96 persen.

"Nilai impor menurut penggunaan barang selama Januari-Maret 2021 dibandingkan selama Januari-Maret 2020, terlihat bahwa nilai impor barang konsumsi, barang modal, dan bahan baku/penolong mengalami kenaikan masing-masing sebesar 38,51 persen; 170,23 persen, dan 71,56 persen," tutup Faizal.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait