#gas#pgn#kepmenesdm89/2020

Implementasi Harga Gas USD 6 Per MMBTU Kepmen ESDM 89/2020 Berdampak Positif

( kata)
Implementasi Harga Gas USD 6 Per MMBTU Kepmen ESDM 89/2020 Berdampak Positif
Petugas PT PGN memeriksa peralatan untuk menyalurkan gas.Dok.


Jakarta (Lampost.co) -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai bagian dari holding migas PT Pertamina (Persero) dan perannya sebagai sub-holding gas terus berupaya menyelesaikan realisasi harga gas USD 6/MMBTU sesuai dengan Kepmen ESDM 89.K/2020 kepada seluruh pelanggan, termasuk dalam tujuh sektor industri tertentu.

Direktur Komersial PGN Faris Aziz mengungkapkan per Agustus 2020, PGN telah mengimplementasikan Kepmen ESDM 89.K/2020 secara proporsional ke 173 dari 189 pelanggan di wilayah Medan, Dumai, Batam, Jawa bagian barat (JBB), dan Jawa bagian timur (JBT). Realisasi alokasi gas yang disalurkan pada industri tersebut kurang lebih 270 BBTUD dari 380 BBTUD. 

Faris mengungkapkan implementasi harga gas USD 6/MMBTU telah menunjukkan dampak positif pada sektor industri penerima manfaat. Saat ini, hampir semua pelanggan sektor industri sesuai Kepmen ESDM 89.K/2020, pada semester II 2020 mulai rebound setelah adanya relaksasi dari pemerintah untuk menggerakkan roda ekonomi. 

“Sektor industri yang menunjukkan pertumbuhan realisasi semester I tahun 2020 dibandingkan dengan realisasi periode yang sama pada 2019 adalah sektor industri kaca, oleokimia, dan sarung tangan karet. Bahkan, pada Agustus 2020 industri keramik dan kaca memperlihatkan pertumbuhan penyerapan volume gas yang cukup signifikan,” ujarnya, Rabu, 9 September 2020.

Dari volume proporsional yang telah disalurkan meliputi industri baja 9,2%, kaca 15,4%, keramik 25,4%, oleokimia 9,8%, petrokimia 20,8%, pupuk 18,9%, dan sarung tangan karet 0,5%.

Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) saat mengecek peralatan yang menyalurkan gas. Dok. PGN

Sisa pelanggan yang belum mendapatkan implementasi Kepmen ESDM 89.K/2020, seiring dengan proses penyelesaian LOA dengan produsen hulu/KKKS yang masih berjalan, PGN akan segera melaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Perlu diperhatikan implementasi harga gas USD 6 kepada pelanggan hilir sesuai daftar di Kepmen ESDM 89.K/2020 dilaksanakan setelah penyelesaian penandatanganan seluruh LoA dengan produsen hulu/KKKS. LoA dengan pemasok di hulu yang sedang dalam tahap penyelesaian, yakni dengan triangle pase Inc (TPI) akan digunakan untuk pemenuhan pasokan gas di wilayah Medan dengan volume ± 2 BBTUD,” katanya.

Pada prinsipnya, PGN akan langsung menyalurkan gas dengan harga tertentu kepada pelanggan yang telah sesuai dengan lampiran Kepmen ESDM 89.K/2020 dan telah tersedia alokasi pasokannya sesuai dengan LoA yang sudah berlaku efektif.

“Kami bersama stakeholder terkait, baik regulator maupun produsen hulu/KKKS, berkomitmen penuh terhadap kebijakan penetapan harga gas industri tertentu USD 6/MMBTU untuk memberikan stimulus dalam produktivitas dan upaya pemulihan ekonomi setelah sempat menurun akibat pandemik Covid-19,” ujar Faris.

Dia berharap melalui Kepmen ESDM 89.K/2020 dan mulai pulihnya kondisi setelah masa transisi pembatasan karena pandemik Covid-19, industri sektor tertentu juga dapat meningkatkan konsumsi gas sehingga pemanfaatan gas bumi ini juga akan semakin optimum.

Sebagai sub-holding gas dan bagian dari holding migas, PGN senantiasa mendukung program-program pemerintah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi nasional. Dengan komitmen melaksanakan Kepmen ESDM 89.K/2020, PGN akan melakukan aspek-aspek ketersediaan gas bumi, pemerataan akses pemanfaatan gas bumi, dan keberterimaan harga yang kompetitif agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar