#beritalampung#beritalampungterkini#porprovix#sepakbola

Imbas Kericuhan, Metro Dinyatakan Kalah dan Dikurangi 3 Poin

Imbas Kericuhan, Metro Dinyatakan Kalah dan Dikurangi 3 Poin
Para pemain dan ofisial Metro menyerang wasit pada pertandingan cabor sepak bola di Stadion Sumpah Pemuda Way Halim, Sabtu, 3 Desember 2022. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tim sepak bola Metro harus menerima pil pahit akibat aksi tidak sportif saat menghadapi Lampung Tengah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Lampung. Metro akhirnya menerima sanksi atas kejadian pemukulan wasit dan apartur pertandingan.

Sanksi merupakan hasil rapat seluruh perangkat pertandingan dan para manajer dan ofisial peserta cabor sepak bola, panitia disiplin, technical delegate (TD), dan Ketua Umum Asprov PSSI Edy Samsu di Stadion Sumpah Pemuda Way Halim Bandar Lampung, Sabtu malam, 3 Desember 2022. Rapat memutuskan memberikan tiga sanksi dan satu berikutnya menunggu hasil sidang Komisi Disiplin Asprov PSSI Lampung.

Pertandingan yang saat sebelum kejadian imbang 1-1 sesuai dengan peraturan umum pertandingan akhirnya menjadi kemenangan bagi Lampung Tengah dengan skor 4-1. Masih sesuai peraturan umum pertandingan, nilai Metro dikurangi 3.

Baca juga: Lanjutan Laga Sepak Bola Porprov IX Lampung tanpa Suporter 

“Namun, sesuai peraturan khusus pertandingan Pasal 19 Ayat (1) Metro tidak didiskualifikasi karena sanksi sifatnya pembinaan. Untuk sanksi lain nantinya akan diputuskan Komisi Disiplin Asprov PSSI Lampung,” kata Ketum Asprov PSSI Lampung Edy Samsu.

Berdasar laporan pengawas pertandingan Lamteng versus Metro, laga tidak bisa dilanjutkan karena Metro tidak bersedia melanjutkan pertandingan. Laga terhenti di menit ke-47 babak kedua.

Saat itu terjadi pelanggaran oleh pemain Lamteng kepada pemain Metro. Kemudian wasit memberikan tendangan bebas bagi Metro.

Namun, pemain Metro meminta wasit untuk memberikan kartu kepada pemain Lamteng. Selanjutnya, keluar kata-kata kotor kepada wasit yang kemudian mengeluarkan kartu merah untuk Rizki Ardiansyah yang melontarkan kata-kata kotor tersebut.

Keputusan wasit tersebut mengundang protes keras dari pemain dan ofisial Metro. Mereka pun menyatakan tidak bersedia melanjutkan pertandingan.

Kemudian terjadi keticuhan setelah pemain nomor 4, 8, dan 9 serta ofisial Metro melempari dan memukul wasit dan perangkat pertandingan.

Edy Samsu menegaskan agar kejadian buruk menjadi yang terakhir dalam persepakbolaan Lampung. “Ayo kita berubah untuk Bersama-sama membangun sepak bola Lampung. Cukup ini menjadi kejadian terakhir dan ke depannya kita bangkit untuk menjadikan sepak bola Lampung lebih berkembang lagi,” ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait