#sampahlaut#lingkungan

Ilmuwan Hawaii Selidiki Asal Sampah Laut

Ilmuwan Hawaii Selidiki Asal Sampah Laut
Tangkapan layar Metro TV.


Jakarta (Lampost.co) -- Para ilmuwan di Hawaii mendeteksi asal jaring hantu atau sampah alat pancing yang terdampar di perairan Kepulauan Hawaii. Dengan analisis karakteristik, para ilmuwan ini mencoba mencari tahu pihak polutan sampah alat pancing di dunia.

Para ilmuwan ini merangkap menjadi detektif sampah. Mereka mencari bukti asal sampah alat pancing yang terdampar di laut. 

"Kami mempelajari asal dari alat penangkapan ikan. Lingkup kerja kami adalah Kepulauan Hawaii. Di sini kami kerap menerima alat pancing yang terdampar di terumbu karang dan pantai sepanjang tahun," ujar Mahasiswa Hawaii Pacific University, Drew Mcwhirter, dikutip dari Medcom.id, Rabu, 30 Juni 2021. 

Sampah alat pancing mengganggu ekosistem laut dan membahayakan hewan air. Pada April lalu ekspedisi pembersihan konservasi terluas di Amerika, Papahanomokuakea, berhasil membawa 50 ton sampah.

"Kami mencoba melihat setiap metrik yang bisa diteliti. Ada berapa helai dan diameter benang ukuran rentang jala," ujar Teknisi Riset Hawaii Pasific University, Raquel Corniuk.

Terdapat 70 indikator untuk menentukan asal dari jaring-jaring yang ditemukan. Kemudian, data itu dicocokkan dengan bank data untuk mengidentifikasi pembuat jaring. 

Setelah pembuat jaring ditemukan, peneliti dapat melacak asal negara dan pemiliknya. Hasil sementara menunjukkan sampah laut ini berasal dari berbagai dari penjuru Samudra Pasifik. Biasanya sampah ini terbawa karena hilang atau hanyut.

"Di laut lepas, banyak pula kapal yang memotong jaring begitu melihat penjaga pantai. Mereka lantas lari ke perbatasan," ujar ilmuwan dari Net System Inc, Brian Fujimoto.

Pemerintah Amerika dan beberapa negara mulai mendesak para nelayan atau pencari ikan untuk memberi tanda pada jaring bawaannya masing-masing. Hal tersebut guna untuk mengurangi sampah laut.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait