adatkepaksianpernong

Ike Edwin Tepis Tudingan Empat Paksi Pak Sekala Bekhak

Ike Edwin Tepis Tudingan Empat Paksi Pak Sekala Bekhak
Perdana Menteri Kepaksian Pernong Kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak, Dang Gusti Ike Edwin. Lampost.co/Salda Andala


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Perdana Menteri Kepaksian Pernong Kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak, Dang Gusti Ike Edwin menjawab permintaan perwakilan empat kepaksian Paksi Pak Sekala Bekhak. 

Dia menjelaskan rumah pribadinya yang dijadikan Lamban Gedung Kuning adalah bentuk kecintaannya terhadap adat Lampung, sehingga menjadikannya tempat acara adat.

"Saya jadikan tempat ini tempat adat karena masyarakat sekitar menyebutnya lamban gedung kuning sehingga saya kukuhkan karena bentuk kecintaan terhadap adat," ujarnya, Selasa 8 Desember 2020.

Baca juga: Empat Kepaksian Sekala Bekhak Sampaikan 7 Poin Penting

Ia menceritakan, sejarah rumah itu dinamakan Lamban Kuning karena pada 1998 hanya bangunan tersebut yang ada di daerah itu berwarna kuning. 

"Simbol-simbol kebesaran adat atau ornamen yang terpajang dirumah saya adalah bentuk kecintaan terhadap budaya Lampung yang saat ini semakin dilupakan masyarakat," ungkapnya.

Untuk itu, dia mengajak para petinggi Kepaksian Paksi Pak Sekala Bekhak untuk duduk bersama mendiskusikan permasalahan yang menjadi keberatan dan jangan menyampaikan lewat media sehingga masyarakat berasumsi lain.

"Terkait gelar Batin Perwira Negara, saya tidak pernah menerima gelar tersebut dan baru mengetahuinya setelah membaca berita di media. Gelar saya saat ini Gusti Batin Raja Mangku Negara pemberian dari keluarga istri," ujarnya.

Sementara itu, Sultan Junjungan Sakti Yang Dipertuan ke-27 Paksi Belunguh mengatakan, acara Angkon Muakhi terhadap calon wali Kota Bandar lampung Yusuf Kohar, 29 November lalu, adalah acara Kepaksian Beluguh, bukan Kerajaan Sekala Bekhak.

"Acara adat kemarin resmi acara saya kepaksian beluguh tidak ada politisasi atau unsur politik. Saya hanya meminjam tempat adinda Ike Edwin, karena mau ke Lampung Barat jauh. Jadi saya sebagai sultan berhak mengadakan acara adat tersebut," ungkapnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait