#ihsg#dolar#rupiah

IHSG Masih Berpeluang ke Zona Merah 

IHSG Masih Berpeluang ke Zona Merah 
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)


JAKARTA (Lamposst.co)-- Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini diperkirakan masih akan melemah. Merespons sentimen global yang masih berfluktuasi. 
 
Tim analis Samuel Sekuritas mengungkapkan pada hari ini pasar menunggu dirilisnya data neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2019 yang diperkirakan surplus oleh Bank Indonesia (BI). 
 
"Namun kami memperkirakan masih terjadi defisit USD1,8 miliar. Rupiah stabil di level Rp14.158 dengan EIDO ditutup melemah -1,3 persen," demikian seperti tertuang dalam hasil risetnya, Senin (24/6/2019). 
 
Di sisi lain bursa AS ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan lalu. Dow jones melemah -0,13 persen, S&P 500 melemah -0,1 persen, dan Nasdaq turun -0,24 persen. Wall Street ditutup melemah di tengah kekhawatiran investor terkait meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. 
 
Saat ini investor juga tengah menantikan pertemuan AS dan Tiongkok pada KTT G-20 minggu ini yang diharapkan memiliki titik terang. 
Sementara dari sektor komoditas, harga Brent menguat 0,14 persen ke level 65,4 dolar AS per barel di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah. Pasar minyak global masih dibayangi oleh kekhawatiran mengenai gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. 
 
Mengutip laman RTI pada perdagangan Jumat pekan lalu, gerak IHSG terpantau turun 20,261 poin atau setara 0,32 persen ke posisi 6.315. 
 
IHSG sempat menyentuh ke level tertinggi di posisi 6.352 dan level terendah di 6.269. Sementara itu volume perdagangan saham tercatat sebanyak 18,5 miliar lembar senilai Rp20,3 triliun. Sebanyak 165 saham menguat, 246 saham melemah, 119 saham stagnan, dan terjadi 471.286 kali transaksi.
 

EDITOR

Medcom.id

loading...


Berita Terkait



Komentar