#Covid-19lampung

IDI Minta Kepala Daerah Tegas dan Berani Ambil Risiko

IDI Minta Kepala Daerah Tegas dan Berani Ambil Risiko
Ketua IDI Cabang Bandar Lampung, dr Aditya M. Biomed. MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Adanya lonjakan kasus harian Covid-19 ditambah dengan kasus kematian yang terus bertambah, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyerukan empat permohanan kepada pemerintah.

Ketua IDI Cabang Bandar Lampung Aditya M.Biomed mengatakan sesuai dengan siaran pers yang ditandatangani oleh Ketua Umum IDI Daeng M Faqih, salah satu poin yang diminta adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro.

“PB IDI memohon kepada seluruh Pemerintah Daerah, khususnya daerah yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 dan daerah di sekitarnya untuk menyempurnakan PPKM Mikro sebagai uapaya memutus rantai penualaran,” kata dia. Selasa, 22 Juni 2021.

Menurutnya itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020 agar Kepala Daerah segera mengambil kebijakan emergency dengan pengetatan dan pembatasan mobilitas serta aktivitas warga untuk mengendalikan kondisi darurat tingginya lonjakan kasus Covid-19 di daerah masing-masing, dan mengecegah kolaps-nya pelayanan kesehatan.

“Kedua, PB IDI memohon kepada pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan perlindungan terhadap tenaga kesehatan yang bekerja membantu perawatan pasien Covid-19 agar tidak mudah terinfeksi, sehingga dapat terus memberikan pertolongan dan perawatan serta dapat menjamin pelayanan terhadap pasien Covid-19 tetap berlangsung,” ujarnya.

Selanjutnya PB IDI memohon kepada pemerintah untuk memercepat vaksinasi massal dan memerluas upaya tes (test) dan pelacakan (tracing) pada semua kelompok umur, termasuk anak-anak.

“Yang terakhir, kami juga meminta masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan dengan pengawasan yang ketat dan sanksi yang tegas dari aparat penegak hukum,” kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait