#Covid-19#Lampung#idi

IDI Bandar Lampung Minta Pintu Masuk Negara Diperketat

IDI Bandar Lampung Minta Pintu Masuk Negara Diperketat
Ilustrasi kedatangan wisatawan asing ke Indonesia. MI/Rommy


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung meminta pemerintah Indonesia mewaspadai masuknya varian Mu. Jika varian baru itu terdeteksi, maka berpotensi memicu gelombang ketiga pandemi covid-19.

Ketua IDI Bandar Lampung dr. Aditya M. Biomed menyarankan pemerintah untuk kembali memperketat jalur masuk pendatang dari mancanegara.  

"Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) harus melakukan pengawasan untuk melihat potensi masuk varian baru. Semua pintu masuk baik udara dan laut harus diperketat,” kata dia, Senin, 20 September 2021. 

Baca: Pembukaan Wisata untuk Turis Mancanegara Harus Dipersiapkan Matang

 

Selain itu, menurut dia, aturan mengenai karantina 8 hingga 14 hari di daerah masing-masing jika terinfeksi covid-19 juga harus benar-benar ditegakkan. Sebab, hal itu merupakan kunci dasar mencegah penyebaran virus.

“Kalau karantina saja tidak dijalankan dengan benar SOP-nya. Ya, kita harus siap dengan orang-orang luar yang masuk Indonesia dan kemungkinan membawa virus itu,” kata Aditya. 

Selain itu, dia mengatakan, pemerintah juga harus memastikan adanya monitoring dari pemerintah daerah (pemda) bagi orang-orang dari perjalanan di negara yang terjangkit covid-19, seperti dari India, Jepang, Hong Kong, dan lainnya. 

"Jadi dimulai dari tingkat yang paling kecil. Misalnya kelurahan, kalau ada warganya yang baru pulang dari luar negeri harus dimonitor. Kalau ada gejala, laporkan,” ujarnya.

Sementara itu, Epidemiolog Ismen Mukhtar meminta masyarakat tidak lengah atas penyebaran virus Mu. Dalam situasi pandemi, masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan vaksinasi untuk mengantisipasi terpaparnya covid-19. 

“Pelaksanaan tracing, testing, dan treatment (3T) dan protokol kesehatan juga harus tetap dijalani secara serius. Mulai dari penggunaan masker, mencuci tangah, menjaga jarak, menjauhi keramaian dan membatasi mobilitas,” kata dia.

Ismen mengatakan Pemberlakuan Pembatasan  Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga berdampak pada penurunan kasus covid-19. Menurutnya, PPKM merupakan penjaga gawang selama pandemi yang harus diterapkan. 

"Sebenarnya, aktivitas tidak akan terganggu dan tidak mesti ditutup. Tetapi pergerakan manusia menjadi keniscayaan masuknya varian baru dan masyarakat harus tetap menerapkan 5M," ujarnya.  

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait