mayatlamtim

Identitas Mayat Ditemukan di Sumur Tua Gondangrejo

( kata)
Identitas Mayat Ditemukan di Sumur Tua Gondangrejo
Mayat laki-laki anonim di angkat dari dalam lubang sumur tua, Sabtu (4/7/2020). Dok Warga

SUKADANA (Lampost.co) -- Identitas mayat laki-laki anonim yang ditemukan warga di dalam sumur tua di sekitar lokasi Bendung Garongan atau Dam Swadaya, Desa Gondang Rejo, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur pada Sabtu, 4 Juli 2020 sore terkuak.

Mayat tersebut dikenali keluarganya adalah Agus alias Gepeng (35), warga Desa Cempaka Nuban, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lamtim.

Sejumlah informasi yang berhasil dihimpun Lampost.co, Minggu, 5 Juli 2020 menyebutkan, identitas mayat itu diketahui setelah keluarganya datang melihat ke RSUD Sukadana, pada Sabtu, 4 Juli 2020 malam.

Keluarga datang ke RSUD Sukadana pada Sabtu malam, 5 Juli 2020 malam setelah mendapat informasi penemuan mayat laki-laki anonim. Dari informasi tersebut, keluarga kemudian mendatangi RSUD Sukadana untuk memastikannya.

Kemudian dari ciri-ciri fisik ditambah pakaian yang dikenakan, keluarga memastikan mayat laki-laki anonim tersebut adalah Agus alias Gepeng. Dijelaskan juga,  Agus dikenal sebagai salah seorang pelatih di salah satu sekolah sepak bola (SSB) . Agus sudah empat hari pergi dari rumahnya. 

Namun, sejauh ini belum diketahui lelaki-laki yang dikenal suka bergaul itu pergi kemana dan dengan siapa, hingga terakhir ditemukan sudah menjadi mayat di dalam lubang sumur tua.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Lamtim AKP Faria, mendampingi Kapolres AKBP Wawan Setiawan menjelaskan jajarannya sudah menerima informasi bahwa identitas mayat laki-laki anonim tersebut sudah dikenali oleh keluarganya. Namun pihaknya, hingga Minggu, 5 Juli 2020, belum bertemu dengan keluarga dimaksud dan keluarga itu juga belum melapor ke Mapolres Lamtim. 

“Ya informasinya memang sudah ada keluarga yang mengenali mayat laki-laki anonim tersebut, tapi sampai saat ini kami belum bertemu dengan keluarga tersebut dan mereka juga belum lapor ke Mapolres. Rencananya kami akan segera menemui dan berkoordinasi dengan keluarga tersebut,” kata AKP Faria.

AKP Faria mengatakan, sejauh ini belum dapat dipastikan bahwa kematian laki-laki itu akibat pembunuhan. Pihaknya menunggu autopsi terlebih dahulu di RSUD Sukadana, pada Senin, 6 Juli 2020. 

Senada diungkapkan Kapolsek Pekalongan AKP Budi Harto, meski sudah ada keluarga yang mengenali identitas mayat laki-laki anonim tersebut, tetapi belum ada laporan resmi yang masuk ke Mapolsek Pekalongan.  Polisi juga belum bisa memastikan penyebab kematian laki-laki itu. Pihak berwenang masih menunggu hasil autopsi. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar