#penipuan

Ibu Rumah Tangga Penipu Jual Beli Buah di Kotabumi Ditangkap

Ibu Rumah Tangga Penipu Jual Beli Buah di Kotabumi Ditangkap
Seorang ibu rumah tangga tersangka kasus penipuan tengah menjalani pemeriksaan petugas Polres Lampung Utara, Senin (27/9/2021). Lampost.co/Hari S


Kotabumi (Lampost.co) -- Jajaran Sat Reskrim Polres Lampung Utara mengamankan seorang ibu rumah tangga karena kasus penipuan jual beli buah. Akibat aksinya tersebut, korban mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Eko Rendi Oktama mengatakan, tersangka adalah Tika Selvia (36), warga Desa Cahaya Negeri, Abung Barat, Lampung Utara. Ia ditangkap karena diduga menipu seorang pedagang buah dengan kerugian mencapai Rp16 juta pada 1 Setember 2021.

"Tersangka ditangkap karena kasus penipuan terhadap korban Ari Esti (32), warga Kelurahan Sidodadi, Kedaton,  Bandar Lampung," ujarnya, Senin, 27 September 2021.

Ia menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku yakni menelepon korban yang diketahui seorang pedagang buah dan memesan buah jenis kelengkeng sebanyak 75 krak seharga Rp16 juta untuk dikirim ke Kotabumi. Sebagai tanda jadi, pelaku mengirim uang Rp500 ribu melalui rekening korban. Sementara sisanya dijanjikan akan dibayar setelah barang sampai.

"Setelah sampai di Kotabumi, selanjutnya 75 krak buah kelengkeng yang dibawa oleh korban dipindahkan ke mobil tersangka, kemudian tersangka mengajak korban makan bakso bersama di suatu tempat," kata dia.

Kemudian, tersangka pergi meninggalkan korban dengan alasan ingin membeli tekwan. Setelah ditunggu, tersangka tak kunjung kembali dan nomor telepon sulit dihubungi. Sadar ditipu oleh pelaku, selanjutnya korban melapor ke Polres Lampung Utara.

Dalam catatan kepolisian tersangka diketahui sudah beberapa kali melakukan aksi penipuan yakni terhadap seorang pedagang sembako Marta di sekitaran Lampu Merah Kebun Empat, Kelurahan Tanjung harapan, Kotabumi, yang mengakibatkan korban mengalami kerugian uang sebesar Rp 5,6 juta pada 20.Setember 2021.

Kemudian penipuan terhadap seorang pedagang beras di daerah Tajung Raja, Kotabumi, yang mengakibatkan korban rugi Rp64 juta, dan kasusnya telah dilaporkan oleh korban pada 10 Juni 2021 lalu.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait