#penganiayaan#kekerasananak

Ibu Penganiaya Anak di Bandar Lampung Diancam Lima Tahun Penjara

Ibu Penganiaya Anak di Bandar Lampung Diancam Lima Tahun Penjara
Konferensi pers penangkapan EW (47), ibu penganiaya dan pemaksa anak jadi juru parkir di Bandar Lampung. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung  (Lampost.co) -- EW (47), perempuan penganiaya anak kandungnya sendiri, yakni A atau MR (10), terancam hukuman minimal lima tahun penjara. 


Wakasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Iptu Toni Suherman mengatakan, pelaku terancam Pasal 44 Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga pidana penjara paling lama lima tahun," katanya, Senin, 21 Februari 2022. 

Baca: Ini Isi Curhatan Bocah Korban Sayatan Ibu Kandung di Bandar Lampung

 

Selain itu, kata dia, tersangka juga dikenakan Pasal 80 ayat 1 UU No. 35 tahun 2014  tentang Perlindungan Anak. Pasal ini juga mengancam pelaku dengan hukuman minimal limat tahun penjara.

Iptu Toni melanjutkan, kekerasan fisik terhadap korban sudah dilakukan sejak dua tahun terakhir. Korban dipaksa menjadi juru parkir dan menyetorkan uang sebesar Rp200 ribu per hari. Jika gagal mencapai target, EW menyayat tubuh korban dengan menggunakan silet.

"Sayatan di punggung, jari tangan, telapak tangan, juga memar di kaki," katanya.

Menurut pengakuan pelaku, kekerasan itu terjadi lantaran ia tidak memiliki uang dan pekerjaan. 

"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya. 

Polisi menyita barang bukti berupa pisau dapur yang digunakan untuk melukai korban, sapu, dan pembersih lantai.

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait