#beritalampung#beritalampungterkini#pemalsuan#sertifikattanah

Ibu Paruh Baya Ditangkap atas Pemalsuan Surat Tanah

Ibu Paruh Baya Ditangkap atas Pemalsuan Surat Tanah
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Subdit 3 Ditreskrimum Polda Lampung mengamankan seorang ibu-ibu, Nurlela (62), atas kasus pemalsuan dokumen surat tanah satu hektare di Lampung Selatan. Padahal, tanah tersebut berada di lokasi yang bukan miliknya.

Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Lampung, Kompol Rosef Efendi mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat, 20 Desember 2019, terlapor datang dan mengeklaim tanah seluas kurang lebih 10 ribu meter persegi tersebut adalah miliknya. Sedangkan, surat tanah tersebut berdiri di lokasi yang saat ini pemegang hak gunanya adalah PT Gunung Mas Persada Raya.

Baca juga: Kasus Kekerasan Anak di Lamteng Sepanjang 2022 Meningkat

"Jadi di lokasi itu pelaku sudah membangun sebuah rumah permanen yang dihuninya. PT Gunung Mas Persada Raya pun sudah memperingati Nurlela tentang status kepemilikan tanah itu. Namun, dia tidak menghiraukan karena merasa tanah itu miliknya," ujarnya, Kamis, 13 Oktober 2022.

Karena surat peringatan tak diindahkan, pelapor pun membuat laporan ke Mapolda Lampung berdasarkan laporan nomor LP/L /B-255/II/2020/LPG/SPKT/Polda Lampung/tanggal 10 Februari 2020. "Akhirnya dilakukan penyelidikan dan penyidikan atas perkara tersebut dan didapati ternyata pelaku menduduki serta menguasai tanah itu dengan dasar fotokopi sporadik yang diduga palsu," katanya.

Selanjutnya, warga Way Huwi, Jatiagung Lampung Selatan itu, ditangkap setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21 oleh jaksa. Penetapan tersangka pada Selasa, 11 Oktober 2022.

"Saat ini berkas perkara berikut tersangka serta barang bukti telah diserahkan ke jaksa guna dilakukan tahap dua pelimpahan," katanya.

Barang bukti yang disita atas dari perkara tersebut, di antaranya sertifikat HGB yang berlokasi di Way Huwi, surat keterangan dari bank perihal sertifikat hak guna bangunan (SHGB), berita acara dan pemetaan kadastral, fotokopi gambar pengukuran dari BPN hingga satu lembar kartu keluarga.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait