#rusiavsukraina#rusia#ukraina#perangrusiaukraina

Ibu dan Bayi Tewas Usai RS Bersalin Ukraina Dirudal Rusia

Ibu dan Bayi Tewas Usai RS Bersalin Ukraina Dirudal Rusia
Serangan Rusia ke Ukraina hancurkan berbagai gedung, termasuk rumah sakit. Dok AFP


Mariupol (Lampost.co) -- Seorang ibu hamil dan bayi dalam kandungannya meninggal dunia di Mariupol, Ukraina. Ia tewas dalam serangan Rusia ke rumah sakit bersalin tempat ia akan melahirkan.
 
Dalam sebuah foto yang diambil The Associated Press (AP), terlihat seorang perempuan hamil yang dilarikan dengan ambulans usai serangan. Perempuan hamil tersebut terlihat membelai perutnya.
 
Dari foto tersebut, terlihat bagian bawah tubuh ibu hamil itu sudah penuh darah. Tim penyelamat berusaha membawanya keluar dari reruntuhan rumah sakit.

Serangan ke rumah sakit ibu dan anak itu menjadi salah satu momen paling brutal invasi Rusia ke Ukraina yang kini sudah memasuki hari ke-19.

Baca: Laut Ukraina Dikepung Rusia


 
Dilansir dari Channel News Asia, Senin, 14 Maret 2022, perempuan itu dilaporkan langsung dilarikan ke rumah sakit lain saat mengetahui bayi yang dikandungnya meninggal, ia berteriak pada petugas medis, "Bunuh saya sekarang!"
 
Ahli bedah Timur Marin menemukan panggul wanita itu hancur dan pinggulnya terlepas. Petugas medis melahirkan bayi melalui operasi caesar, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
 
Kemudian, mereka fokus pada sang ibu. "Resusitasi ibu lebih dari 30 menit tidak membuahkan hasil," kata Marin.
 
"Keduanya meninggal," sambung dia.
 
Dalam kekacauan setelah serangan udara pada Rabu lalu, petugas medis tidak punya waktu untuk mengetahui nama wanita itu sebelum suami dan ayahnya datang untuk mengambil mayatnya. 
 
"Setidaknya seseorang datang untuk mengambilnya," kata mereka.
 
"Sehingga dia tidak berakhir di kuburan massal yang digali untuk korban serangan Mariupol yang terus bertambah," sambungnya.
 
Dituduh melakukan kejahatan perang, pejabat Rusia mengklaim rumah sakit bersalin telah diambil alih oleh ekstremis Ukraina untuk digunakan sebagai pangkalan. Menurutnya, tidak ada pasien atau petugas medis yang tersisa di dalam.
 
Duta Besar Rusia untuk PBB dan Kedutaan Besar Rusia di London menyebut gambar itu sebagai "berita palsu".

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait