#Sosial#Pemulung

Tiada Gerobak, Karung Pun Jadi Sarana Memulung

( kata)
<i>Tiada Gerobak, Karung Pun Jadi Sarana Memulung</i>
Salah seorang pemulung masih beraktivitas di salah satu sudut jalan Kota Bandar Lampung. (Yesi/Lampost.co)

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mendekati lebaran, Kota Bandar Lampung makin banyak diserbu pemulung. Aktivitas mereka masih ditemukan meskipun sudah ada larangan untuk ke luar rumah saat pandemi covid-19.

Masih banyak pemulung berjalan menggunakan karung yang di taruh di pundak mereka. Hal itu mereka lakukan guna menyiasati larangan hingga razia manusa gerobak di Kota Tapis Berseri.

Kasim (50) salah satu pemulung yang sedang mencari sampah di sekitaran jalan Raden Intan mengatakan aktivitasnya sebagai pemulung tetap berlanjut lantaran desakan ekonomi.

"Saya memang tidak punya gerobak jadi saya mengandalkan karung dari toko sembako. alau saya takut koron saya bisa mati kelaparan,” ucapnya kepada Lampost.co, Kamis, 14 Mei 2020.

Ia mengaku semakin sulit mencari barang-barang karena semakin banyak pemulung yang menyebar di kota Bandar Lampung. Ia mengakui sebagian besar pemulung mencari sampah tidak dilengkapi masker.

"Sekarang sering ada razia gerobak pemulung, kalau gerobak diambil bagaimana bisa makan. Saya tidak memakai masker karena tidak punya, mau beli uang darimana untuk makan saja susah."

Ia mengatakan sebelum ada pandemi virus korona hidup pemulung sudah susah. Ditambah ada wabah bertambah susah. Kondisi Kasim semakin sulit namun ia mengaku tidak bisa berdiam diri dan mengandalkan bantuan pemerintah.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...

Berita Terkait

Komentar