#lampung

Startup Game Asal Lampung Wakili Indonesia di Ajang Pameran Korsel

<i>Startup Game</i> Asal Lampung Wakili Indonesia di Ajang Pameran Korsel
Founder & CEO Eternal Dream Studio Lucky Putra Dharmawan (Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Eternal Dream Studio, startup pertama dan satu-satunya di Lampung, terpilih menjadi salah satu perwakilan Indonesia di ajang pameran game Korea Selatan, Indie Craft. Pameran tersebut akan diadakan secara online pada 26-29 Mei 2022.


Indie Craft merupakan salah satu ajang pameran game se-Asia yang diadakan oleh Korean Mobile Games Association secara online. Asosiasi Game Indonesia (AGI) bekerja sama dengan Korean Mobile Games Association menyaring dan merekomendasikan perusahaan game dari Indonesia yang mendaftar di event Indie Craft. 

Dari puluhan pendaftar, terpilihlah 8 perusahaan game lokal untuk mewakili Indonesia di ajang ini. Selain memamerkan karya, pada ajang ini juga akan ada sesi pertemuan dengan calon game piblisher dan investor dari seluruh dunia.

“Semoga dengan mengikuti event internasional seperti ini, kami bisa mendapatkan banyak ilmu dan koneksi yang akan sangat berguna ke depannya untuk pengembangan perusahaan. Selain itu kami sebagai developer lokal dan asal Lampung, berharap bisa memberikan inspirasi dan dampak kepada ekosistem game industri lokal dan Indonesia,” kata Lucky Putra Dharmawan selaku Founder & CEO dari Eternal Dream Studio, Jumat, 20 Mei 2022.

Eternal Dream Studio akan memamerkan game andalannya, Menggapai Matahari dengan judul internasional The Sun Shines Over Us, yang dalam pembuatannya berkolaborasi dengan Niji Games. Game ini mengangkat isu kesehatan mental remaja dan pemulihan korban perundungan (bullying) di sekolah.

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia, Menggapai Matahari telah dirilis pada 10 Oktober 2021 dan dapat diakses melalui Google Play Store dan App Store di seluruh dunia.

Menggapai Matahari mengambil latar sekolah swasta di Jakarta dan berfokus pada cerita karakter Mentari sebagai korban perundungan dengan PTSD dari sekolah lamanya. Mentari kemudian  bertemu dengan karakter-karakter remaja lain yang unik dan memiliki masalah pribadinya masing-masing. 

Mereka semua memiliki respons berbeda terkait kondisi mental Mentari. Beberapa kondisi mental lain juga diangkat melalui karakter dalam Menggapai Matahari seperti ADHD, eating disorder, dampak broken home, dan lainnya.

Sejauh ini game Menggapai Matahari sudah mendapatkan beberapa penghargaan, seperti 190 ribu download di Google Play Store & AppStore tanpa marketing. Eternal Dream Studio juga pernah terpilih dan berkesempatan untuk mengikuti beberapa event nasional dan internasional, antara lain Game Prime, ajang pameran game lokal seluruh Indonesia; Indigo Game Startup Incubation, inkubasi startup game oleh Telkom Indonesia; Southeast Asia Game Awards by Level Up KL Malaysia, acara penghargaan untuk game se Asia Tenggara; dan Indienesia 2022 oleh Binus, pameran game lokal Indonesia melalui Discord Server. 

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait