#beritalampung#beritalampungterkini#solsepatu#kesabaran

Selalu Bersyukur dengan Apa yang Didapat

<i>Selalu Bersyukur dengan Apa yang Didapat</i>
Chudari sedang mengesol sepatu milik pelanggannya di tempatnya mangkal, Senin, 10 Oktober 2022. Lampost.co/Yudi Wijaya


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Siang itu, Senin, 10 Oktober 2022, pria paruh baya duduk di pinggir jalan di bawah pohon depan TK Ar-Raudah, Tamin, Bandar Lampung. Pria tersebut setiap harinya berharap ada yang singgah untuk menggunakan jasa memperbaiki sepatu atau sandal.

Pria berkaca mata itu spontan mengeluarkan peralatan kerja saat ada orang yang akan mengesol sepatu atau sandal. Chudari (48), warga Jalan Abdurahman, Gang Resmi No 34, Bandar Lampung, sudah tiga tahun menggeluti profesinya menjual jasa mengesol sepatu dan sandal untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Baca juga: Sudah Masuk ke Minimarket, Stok Minyakita Masih Terbatas 

 

Meski sudah tidak terbilang muda, pria kelahiran Bandar Lampung tersebut tetap bersemangat untuk terus mengais rezeki untuk istri dan anak. Ia mengaku sehari bisa membawa pulang uang paling banyak Rp100 ribu.

"Namun, alhamdulillah uang segitu sudah mencukupi kebutuhan sehari-hari di rumah. Lumayan buat beli beras serta lauk pauk dan untuk uang jajan anak sekolah," katanya.

Dia mengaku sudah menjalani pekerjaannya sejak 2019. Sebelumnya, bekerja ikut orang lain dengan ngampas barang dari 1998 sampai 2014 dan sempat berhenti sebentar terus lanjut lagi sampai 2019. Dan, sejak itu membuka jasa sol sepatu sampai sekarang.

Dia mengaku pekerjaan yang dulu di jalan banyak risikonya. Pekerjaan sol sepatu dan sandal sebaliknya tidak terlalu berisiko dan selalu bisa dekat dengan keluarga.

“Kalau pekerjaan yang dulu kan banyak berkeliling sehingga sangat berisiko. Kerja ngampas itu kan kadang sampai 10 hari baru pulang ke rumah. Tapi dengan pekerjaan sekarang jauh dari risiko dan selalu dekat dengan keluarga,” ujarnya.

Dia mengaku terkadang ada orang yang ngesol sepatu tapi sampai berbulan-bulan tidak diambil. Namun, dia tetap menjaga barang pelanggannya karena sewaktu-waktu ada juga yang akhirnya menebus sepatu atau sandalnya.

“Ya, sekarang buka dari jam 9 sampai 4 sore. Kadang ramai, kadang juga sepi, tidak nentu. Walaupun penghasilannya tidak menentu, tetap harus kita syukuri dan yang terpenting selalu dekat dengan keluarga," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait