#umkm#lampung

Securities Crowdfunding Tingkatkan Kapasitas dan Permodalan UMKM

<i>Securities Crowdfunding</i> Tingkatkan Kapasitas dan Permodalan UMKM
Asistensi mengenai SCF kepada UMKM Provinsi Lampung di Swissbell Hotel Bandar Lampung, Senin, 1 November 2021. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Lampung didorong untuk terus bangkit melawan pandemi covid-19. Melalui Securities Crowdfunding (SCF), UMKM bisa mendapatkan tambahan permodalan untuk peningkatan kapasitas.

SCF merupakan metode pengumpulan dana dengan skema patungan yang dilakukan pemilik bisnis atau usaha untuk memulai atau mengembangkan bisnisnya. Dengan SCF, investor dan pihak yang membutuhkan dana dapat dengan mudah dipertemukan melalui suatu platform (sistem aplikasi berbasis teknologi informasi) secara online.

Investor akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk dividen atau bagi hasil dari keuntungan usaha tersebut yang dibagikan secara periodik. 

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Bambang Hermanto mengatakan, UMKM dirorong untuk terus survive melawan pandemi agar ekonomi kerakyatan bisa terus hidup. Kegiatan UMKM memberikan kontribusi sekitar 60% terhadap total pendapatan domestik bruto Indonesia dan menyerap sekitar 70% lebih tenaga kerja.

"Pandemi covid-19 berdampak juga kepada UMKM, kita melakukan intervensi dengan berbagai literasi keuangan agar UMKM bisa terus bangkit," katanya saat asistensi mengenai SCF kepada UMKM Provinsi Lampung di Swissbell Hotel Bandar Lampung, Senin, 1 November 2021.

Baca: Taman UMKM Dinilai Bangkitkan Gairah Ekonomi Lampung

 

Ia juga mengatakan, saat ini UMKM sudah mulai bergeliat kembali, namun para pelaku UMKM perlu suntikan modal atau pinjaman lunak untuk pendanaan agar bisa melanjutkan usahanya. OJK bersama Kementerian dan Lembaga terkait mendukung penguatan dan pembinaan UMKM.

"Pertumbuhan ekonomi cukup bagus di Lampung. Ini menjadi penyemangat bagi pelaku usaha untuk berkolaborasi dengan semua pihak guna membangkitkan ekonomi," katanya.

Analis Senior Deputi Direktur Pengembangan Sistem Informasi Pasar Modal, Diana Martha menjelaskan, di tengah pandemi covid-19, sumber pendanaan dan penguatan modal menjadi kendala bagi UMKM untuk melanjutkan usahanya. Pinjaman dari bank umumnya mensyaratkan dokumentasi lengkap, akan tetapi tidak semua pelaku UMKM mampu menyediakan persyaratan tersebut.

"Melalui SCF, UMKM bisa mendapatkan tambahaan permodalan untuk peningkatan kapasitas usaha," katanya.

SCF telah memiliki payung hukum dari OJK yang diatur dalam peraturan OJK, yakni POJK Nomor 57/POJK.04/2020 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi (Securities Crowdfunding). Adapun keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan startup dan UMKM saat menggunakan SCF untuk pendanaan usaha.

Pertama, tidak adanya kewajiban agunan untuk mendapatkan pendanaan. Kedua, kemudahan mengakses platform online pada layanan securities crowdfunding di mana saja dan kapan saja. Sehingga bisa memantau kemajuan crowdfunding yang dilakukan. "Hadirnya SCF untuk mempermudah UMKM mencari pendanaan melalui pasar modal," katanya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait