#beritalampung#beritalampungterkini#pakanikan#jualan#ekonomi#feature

Pakan Ikan Bawa Rezeki bagi Adin

<i>Pakan Ikan Bawa Rezeki bagi Adin</i>
Adin (24), mahasiswa semester akhir jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiah (PGMI) UIN Radin Intan Lampung, saat berdagang pakan ikan, Jumat, 16 Desember 2022. Lampost.co/Fitri Junaini


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Siang itu, Jumat, 16 Desember 2022, tampak pemuda sedang merapikan sesuatu barang di sepeda ontelnya di sekitar Masjid Safinatul Ulum Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung. Tertulis dengan jelas di sepeda itu "Pada setiap yang mempunyai hati yang basah (hewan) itu terdapat pahala (dalam berbuat baik kepada-Nya)" - HR. Al Bukhori: 2363. 

Ada juga tulisan Mari Bersedekah dengan Memberi Makanan Ikan, 1 bungkus Rp3.000 dan 4 bungkus Rp10 ribu.

Pemuda itu bernama Adin (24), mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiah (PGMI) semester akhir yang memanfaatkan peluang dan berinisiatif berjualan pakan ikan di Kampus UIN Raden Intan Lampung.

Ia memanfaatkan embung di kampus hijau tersebut dengan membuka usaha berjualan pakan ikan. Usaha terinspirasi saat melihat suasana dan aktivitas di Islamic Center Tulangbawang Barat. 

Baca juga: Masyarakat Metro Diajar Tanam Pangan untuk Tekan Inflasi  

Di sana banyak orang yang berjualan pakan ikan untuk wisata masyarakat. Hal itu yang membuat Adin berpikir berjualan pangan ikan di kampus. 

"Waktu itu saya pernah berkunjung ke Islamic Center Tubaba, di sana ada yang berjualan dan menyediakan pakan ikan untuk dilempar pada ikan-ikan. Lalu saya berinisiatif jualan seperti itu di sini dan alhamdulillah banyak peminatnya," ujarnya.

Banyak hal menarik yang dia alami selama berdagang, mulai dari senang mendapatkan untung sampai pernah menjadi korban premanisme. Namun, ia tetap bersemangat untuk berdagang yang menjadi jalan mendapatkan rezeki yang halal dan berkah.

Adin berdagang pakan ikan ini sejak awal 2022 dengan bermodalkan uang Rp250 ribu. Sekarang omzet yang didapat per bulannya bisa mencapai Rp1,5 juta. Peminat yang cukup ramai membuat Adin menjadi semangat berdagang. 

"Hasil keuntungan berdagang untuk biaya kuliah, indekos, dan menabung. Alhamdulillah orang tua dan teman-teman juga support," katanya.

Setiap hari ia memarkirkan sepeda yang berisi makanan ikan di pondokan dekat masjid sekitar embung. Dia juga berkeliling menawarkan dagangannya ketika banyak pengunjung yang duduk di pinggiran embung.

"Bukan hanya mahasiswa saja yang menjadi pembeli, masyarakat umum pun membeli pakan ikan untuk bersantai sekaligus menghibur diri," katanya.

Robitoh, pegawai di Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung, yang berkunjung ke embung mengaku sengaja datang untuk joging dan bersantai sembari melihat ikan-ikan.

"Saat melihat ada yang jualan pakan ikan saya tertarik membeli, lumayan juga buat refreshing. Makanya saya ajak teman-teman ke sini biar bisa ngerasain juga," ujarnya sambil tersenyum.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait