#kurban#bandarlampung

Menunggu Rezeki dari Shohibul Kurban

<i>Menunggu Rezeki dari Shohibul Kurban</i>
Lapak kambing Pak Dani di Jalan Rasuna said, Telukbetung Utara, Kamis, 7 Juli 2022. (Lampost.co/Umar Robbani)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tinggal tiga hari lagi umat Islam merayakan Iduladha. Sebanyak 40 ekor kambing masih memenuhi lapak pak Dani. Sebelumnya, 85 ekor tersedia pada 28 Juni 2022.

Jika dilihat dari jumlah yang terjual, hasil penjualan terbilang banyak. Namun, menurut Dani, si pemilik lapak, jumlah itu jauh dari hasil penjualan dua tahun lalu.

Sebelum pandemi covid-19 melanda, ia biasanya menyediakan hingga 150 ekor kambing. Pada hari menjelang hari raya kurban biasanya hanya tersisa sekitar 20 ekor saja.

"H-1 biasanya udah habis semua," tuturnya di sela-sela meladeni pelanggan yang menanya-nanya harga, Kamis, 7 Juli 2022.

Ia mengaku, tidak kesulitan mencari kambing untuk dijual. Kebanyak hewan ia dapat dari peternak di sekitar Kota Bandar Lampung.

Namun, ada kenaikan harga dari pemasok kambing. Meski tidak banyak, cukup memberatkan bagi pria itu. Sebab ia tidak menaikkan harga jual untuk menjaga pelanggan.

"Saya jualnya Rp2-6 juta seperti biasa, sementara modalnya naik. Untungnya jadi lebih sedikit," kata dia.

Baca juga: Hewan Kurban di Bandar Lampung Dipastikan Sehat

Pembelinya pun hanya orang-orang yang kebetulan lewat Jalan Rasuna Said, Telukbetung Utara. Sebagian besar adalah Shohibul Qurban langganan setiap tahunnya.

"Kalau ini gak habis, bisa gak balik modal," ujarnya.

Nasib serupa juga dirasakan Supriyadi, baru 15 ekor kambing yang terjual di lapaknya. Padahal, harga yang dipatok pun tak terlalu tinggi, hanya Rp2,2 - Rp4 juta menyesuaikan ukuran.

Supriyadi juga menjamin kesehatan kambing di lapaknya. Ia telah memesan kambing sejak sebulan lalu. Kesehatan hewan-hewannya pun sudah diperiksa oleh satgas pangan dan dinas pertanian.

"Mudah-mudahan, biasanya sih ramai di H-2 mau Lebaran," ungkapnya.
 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait