lamalampura

Mengail Laba dari Usaha Pembuatan Umpan Ikan

<i>Mengail Laba dari Usaha Pembuatan Umpan Ikan</i>
Caption; Samsir, warga Jln. Kapten Dulhak, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, dikediamannya, menunjukkan umpan ikan untuk kucur dan fermentasi kelapa sawit yang dia produksi, Minggu (22-11-2020). LAMPUNG POST/YUDHI HARDIYANTO


 

KOTABUMI (lampost.co) -- Aroma olahan ikan fermentasi sebagai bahan dasar umpan pancing itu tercium menyengat saat memasuki ruang belakang kediaman, Samsir, warga Jalan Kapten Dulhak, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Minggu, 22 November 2020. 

Di ruang belakang rumah yang dia dijadikan sebagai lokasi produksi itulah, dia membuat puluhan kilo umpan ikan yang nantinya akan di kirim ke berbagai daerah di Indonesia. 

"Lokasi produksi pembuatan umpan ikan, khususnya umpan kucur mesti jauh dari rumah kediaman. Sebab, ikan kecil bersisik maupun usus yang menjadi bahan umpan ikan itu mesti difermentasi dulu selama seminggu sebelum dijadikan umpan dan selama proses itu, aroma yang ditimbulkan akan tercium kurang menyenangkan" kata dia. 

Harga umpan ikan, untuk cucur, , dia bandrol Rp80 ribu/kilo. Umpan ikan racikannya ini, rata-rata di pesan secara on line para penghobi dari berbagai daerah seperti dari Palembang, Kalimantan maupun penghobi dari pulau Jawa. 

"Umpan ikan khusus kucur, rata-rata digunakan penghobi untuk memancing ikan baung, patin dan lele di sungai" tuturnya. 

Di singgung pesanan umpan kucir sebelum pandemik covid-19, dia mengaku, berkisar 20 kg s/d 30 kg perbulannya, setelah terjadi pandemik pemesanan umpan kucur malah mengalami kenaikan antara 35 kg s/d 40 kg perbulan. 

"Saya tidak tahu penyebab naiknya permintaan umpan selama masa pandemik ini. Kalau saya menduga, para penghobi pancing butuh kesendirian sehingga mereka menghabiskan waktunya di sungai karenanya mereka mempersiapkan banyak umpan ikan" tuturnya kembali. 

Selain kucur, pada Juli 2020 lalu,  dia juga membuat umpan ikan berbahan baku biji kelapa sawit. Yakni; pellet sawit dan sawit peram. Untuk pembuatan pellet sawit, lama fermentasi biji kelapa sawit  sekitar satu minggu dan sawit peram sekitar dua minggu. 

"Harga untuk pellet sawit dan sawit peram per 300 gram, di bandrol sama Rp30 ribu" tuturnya menambahkan. 

Khusus  pellet sawit biasanya digunakan pemancing  untuk umpan patin sedangkan sawit peram untuk ikan tawes dan nila. Pemesanan umpan ikan berbahan baku kelapa sawit ini, rata-rata datang dari wilayah  yang tidak memiliki tanaman kelapa sawit didaerahnya, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah sampai Jawa Timur. Total pemesanan mulai Juli 2020 s/d pertengahan November 2020, untuk pellet sawit dan sawit peram tercatat sekitar 20 kg.

"Jangan di tanya aroma umpan ikan, karena dari hasil umpan ikan itulah kebutuhan keluarga saya tercukupi" kata dia menambahkan. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait