#masker#korona

Masker Kain Selamatkan Kebelanjutan Usaha Konfeksi

( kata)
<i>Masker Kain Selamatkan Kebelanjutan Usaha Konfeksi</i>
Caption; Yeyen Safitri (21) pelaku usaha konfeksi, warga Dusun 2, Desa Ratu Abung, Kecamatan Abung Selatan, membuat masker kain pesanan pelanggan di bengkel kerja merangkap kediamannya, Rabu (22-4-2020).  LAMPUNG POST/YUDHI HARDIYANTO

Kotabumi (Lampost.co) -- Para pelaku usaha jasa konfeksi di Kabupaten Lampung Utara  terpaksa menelan pil pahit. Turunnya orderan jahitan baju maupun pembuatan motif bordir pakaian terjadi sejak terjadinya wabah covid-19 melanda Indonesia.

Yeyen Safitri (21) pelaku usaha jasa konveksi  warga Dusun 2, Desa Ratu Abung, Kecamatan Abung Selatan harus tetap menjual produk untuk menjaga usaha yang ia rintis tetap hidup.

 " Pesanan jahitan baju sekarang sepi mas sejak adanya wabah korona. Sementara biaya hidup mesti dikeluarkan. Akhirnya saya memutar otak dengan memanfaatkan sisa kain jahitan yang ada untuk dibuat masker kain. Saya bersyukur masyarakat menyukai masker buatan saya" ujar dia di kediamannya,  Rabu, 22 April 2020.

Di sela riuhnya derunya suara mesin jahit di bengkel kerjanya, dia mengaku untuk pembuatan masker kain dengan memanfaatkan sisa-sisa kain satin maupun katun yang sudah tidak terpakai. 

Pembuatan masker kain  biasanya dalam satu minggu rata-rata dipesan pedagang sekitar 9 kodi atau sekitar 180 pcs.

"Harga per kodi untuk masker kain  saya jual seharga Rp100 ribu. Saya juga memberdayakan  2 orang tenaga kerja dari desa ini untuk membantu saya  membuat masker kain," kata dia.

Baginya, pesanan masker tersebut menjadi penyelamat geraknya usaha sejak wabah korona terjadi di Indonesia yang dampaknya telah dirasakan semua pengusaha konveksi di Lampung Utara.

"Semua rekannya sejak adanya wabah korona mengeluh sepinya orderan jahit baju mas" tuturnya.

Sebelum wabah terjadi, usaha konfeksi yang sudah dilakoni selama tiga tahun terakhir berjalan lancar dan biasanya, sebelum puasa para pelanggannya telah melakukan pemesanan baju untuk di pakai saat Idul Fitri. Belum lagi, pesanan gaun perpisahan  untuk wisuda setiap di pertengahan tahun.

" Saya berharap wabah  korona segera usai demi kelangsungan usaha ini seperti sedia kala," ujarnya pada Lampost.co.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar