#Covid-19

Lockdown Akhir Pekan di Turki Dinilai Efektif Tekan Covid-19

<i>Lockdown</i> Akhir Pekan di Turki Dinilai Efektif Tekan Covid-19
Jalan di Kota Istanbul sepi saat pemberlakuan lockdown pada akhir pekan di Turki. AFP/Ozan KOSE


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah diminta mempertimbangkan kebijakan lockdown atau karantina wilayah pada akhir pekan. Sebab, kebijakan lockdown saat akhir pekan yang diterapkan negara lain dinilai efektif menekan laju Covid-19, salah satunya Turki.
 
"Saya dengar (lockdown akhir pekan) di Turki ada pengaruhnya," kata anggota Komisi IX DPR Saleh Daulay, Sabtu, 30 Januari 2021.
 
Ketua Fraksi PAN itu menyebut Turki berhasil mengurangi penyebaran Covid-19 dalam skala tertentu. Kesuksesan tersebut tak lepas dari konsistensi dan ketegasan dalam menjalankan aturan.

Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR itu menyarankan pemerintah memberlakukan hal serupa. Apalagi, berbagai kegiatan kebijakan yang kini diterapkan tidak memberikan hasil maksimal.
 
"Terbukti, orang yang terpapar Covid-19 setiap hari semakin banyak. Bahkan, (pasien Covid-19) jumlahnya sudah lebih dari 1 juta orang," ungkap dia.
 
Dia meyakini lockdown akhir pekan ini dapat diterapkan untuk mengurangi pergerakan masyarakat di ruang publik. Masyarakat yang tinggal di zona merah dan oranye tidak boleh keluar rumah di akhir pekan.
 
"Mulai dari hari Jumat malam, sekitar pukul 20.00 WIB, sampai dengan Senin pagi pukul 05.00 WIB. Artinya, masyarakat tidak keluar selama 2 hari 3 malam," terang dia.
 
Mantan Ketua Komisi VIII DPR itu menyebu tak jarang masyarakat paling banyak keluar di akhir pekan. Selain di mal-mal, banyak warga yang menyempatkan diri berwisata saat pandemi.
 
"Itu yang sering kali menciptakan kerumunan. Nah, dengan lockdown akhir pekan, hal tersebut dapat dihindarkan," kata dia.
 
Selain membatasi pergerakan masyarakat, lockdown akhir pekan dinilai tidak terlalu mengganggu kegiatan perekonomian. Sebab, kegiatan ekonomi tetap bisa berjalan selama Senin-Jum'at.
 
"Boleh saja pakai protokol kesehatan sesuai yang diatur di dalam PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat)," sebut dia.
 
Walaupun lockdown akhir pekan, kegiatan ekonomi yang menyangkut kebutuhan pokok warga tetap boleh dijalankan. Misalnya, pemenuhan bahan makanan, minum, obat, dan lain-lainl.
 
"Di luar itu, mereka yang keluar harus diberi sanksi berupa denda. Dan dilakukan secara tegas," ujar dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait