#Bencana#Banjir

Ketika Hujan Petir Menghantui Warga Rejosari

( kata)
<i>Ketika Hujan Petir Menghantui Warga Rejosari</i>
Ilustrasi topan badai. (Foto: Medcom.id)

Kotabumi (lampost.co) -- Hujan deras mengguyur Kelurahan Rejosari, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Minggu malam, 12 April 2020. Dentuman petir yang menggelegar bertubi tubi memperburuk suasana hari itu.

Warga setempat kian mencemaskan datangnya banjir. Benar saja, derasnya air dari langit sejak petang akhirnya diikuti genangan air. Sekitar pukul 23.00 WIB, puluhan rumah di Desa Rejosari mulai terendam.

"Setiap hujan petir berlangsung lama, warga di sini cemas dan was-was. Kami khawatir tak lagi mampu menampung limpahan air huja,n" ujar Sutoyo, warga Kelurahan Rejosari, Senin, 13 April 2020.

Ia mengatakan hujan deras tak hanya memicu luapan air di lingkungan tempat tinggalnya. Air juga turut merendam permukiman daerah lain seperti permukiman di Kelurahan Sribasuki dan Kelurahan Kelapa Tujuh.

Ketiga wilayah itu merupakan dataran rendah maka rentan terendam air. Untuk kedalaman air, Sutoyo memperkirakan berkisar 40 centimeterm hingga satu meter, tergantung letak rumah hunian tiap warga.

"Semakin rendah letak rumah, maka kedalaman air akan semakin tinggi. Banjir ini biasanya tidak berlangsung lama, hanya semalam saja, dan lekas surut saat aliran pembuangan di saluran drainase normal," ujarnya.

Menyoal kondisi tersebut, dia berharap, pemerintah daerah menormalisasi saluran drainase dan aliran sungai setempat. Dengan demikian saat hujan deras dapat memperlancar limpahan air dan meredam banjir.

"Selain sungai, pemda mestinya juga menormalisasi saluran pembuangan di aliran-aliran kecil yang ada di wilayah pemukiman warga agar banjir tidak lagi menjadi agenda tahunan bagi kami," tuturnya.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...

Berita Terkait

Komentar