#ibukotabaru#kaltim#jakarta

Jakarta Pusat Bisnis, Kalimantan Kota Pemerintahan

<i>Jakarta Pusat Bisnis, Kalimantan Kota Pemerintahan</i>
Monas, simbol ibu kota Jakarta. Foto: MI/Panca Syurkani.


Jakarta (Lampost.co): Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI William Yani mengatakan keistimewaan Jakarta tak perlu dihilangkan bila muncul ibu kota baru. Jakarta bisa menjadi pusat perekonomian, sedangkan pusat pemerintahan ada di Kalimantan.

"Arahnya menuju seperti negara lain bahwa ibu kota itu ada dua. Sebagai kota bisnis dan kota pemerintahan," kata William kepada Medcom.id, Jumat, 23 Agustus 2019.

William mencontohkan kondisi di Amerika Serikat. Di 'Negeri Paman Sam', kota bisnis berpusat di New York, sedangkan pemerintahan berada di Washington DC. Hal itu dapat dicontoh Indonesia.

Menurut William, andai negara memindahkan ibu kota ke Kalimantan, lantas geliat bisnisnya juga dibawa, itu sama saja. Tidak ada bedanya dengan Jakarta.

Dia juga mengusulkan agar keistimewaan Jakarta ditambah. Perizinan bisnis diharap tetap di Jakarta. "Kalau yang bersifat nasional tetap ke pemerintah pusat. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu tetap di Jakarta," ungkap William.

Presiden Joko Widodo mengatakan ada dua provinsi yang menjadi kandidat ibu kota baru, yakni Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengaku, belum tahu di mana lokasi persis ibu kota baru akan didirikan. Yang pasti, kata dia, pembangunan tahap pertama membutuhkan 3.000 hektare, untuk kantor presiden, kantor kementerian/lembaga, gedung MPR/DPR, dan berbagai fasilitas publik lain.

Baca: Kaltim Resmi Jadi Ibu Kota Baru

EDITOR

medcom.id

loading...




Komentar


Berita Terkait