#beritalampung#beritabandarlampung#kekerasananak

Healing dan Dukungan Psikologis Dinilai dapat Atasi Trauma Anak Korban Kekerasan 

<i>Healing</i> dan Dukungan Psikologis Dinilai dapat Atasi Trauma Anak Korban Kekerasan 
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Konselor Pendidikan dan Individu Anak Universitas Lampung (Unila), Citra Abriani Maharani, memberikan tips untuk mengatasi trauma pada anak korban kekerasan.

"Proses healing harus disesuaikan dengan perkembangan anak, mulai dari pahami dengan baik bentuk kekerasan apa saja yang dialami anak. Sehingga dapat memberikan perlakuan yang sesuai dengan masalah," ujar Citra, Jumat, 14 Oktober 2022. 

Dirinya menjelaskan dampak psikologis anak yang mengalami kekerasan sebagian besar ditandai dengan rasa takut, tidak aman, dan cemas berkepanjangan. Hal tersebut dapat mengubah perilaku menjadi lebih agresif, sensitif, impulsif bahkan bisa berujung depresi. 

"Maka perlu untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman terutama keluarga inti. Hal ini dapat membantu anak mengatasi rasa takut dan cemas yang berlebihan serta ketidakpercayaannya pada lingkungan," kata dia. 

Baca juga:  Sekolah di Bandar Lampung Berkurang 26 dalam Satu Semester

Menurutnya dampak psikologis anak perlu diperhatikan secara berkelanjutan. Mengatasi trauma dari tindak kekerasan perlu, agar si anak nantinya dapat kembali percaya diri dan mau berbaur dengan lingkungan. 

"Berikan dukungan psikologis, baik berupa perhatian atau kasih sayang, sehingga anak merasa yakin bahwa semua masalah akan bisa diatasi dan semua akan baik-baik saja," ujar dia.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait