#perajin#feature

Beralih Profesi demi Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Korona

( kata)
<i>Beralih Profesi demi Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Korona</i>
Caption; Bagio, perajin bambu, warga Dusun 2, Desa Ratu Abung, Kecamatan Abung Selatan, di bengkel kerjanya, merangkap tempat kediamannya di desa setempat, menambah angin, pada roda kendaraan bermotor milik pelanggannya, Minggu ( 26-4-2020). LAMPUNG


Kotabumi (Lampost.co) -- Merangkai batang bambu menjadi ragam komoditas kerajinan tangan, seperti; meja, kursi, dipan, gazebo maupun produk lainnya membutuhkan kreatifitas dan sentuhan seni sesuai pesanan.

Aktivitas itu, menjadi keahlian dan mata pencarian utama bagi Bagio, perajin bambu, warga Dusun 2, Desa Ratu Abung, Kecamatan Abung Selatan di bengkel kerjanya, merangkap tempat kediamannya di desa setempat, Minggu, 26 April 2020.

Sejak wabah korona melanda Indonesia, pembuatan produk kerajinan tangan merangkai bambu yang sebelumnya mempekerjakan dua tenaga upahan dari desanya sekaligus nafkah keluarganya itu, kini terpaksa terhenti.

"Sejak wabah korona, saya sudah tidak ada pesanan satupun untuk membuat produk kerajinann bambu mas. Pesanan sebelumnya yang ada, sama pelangganpun telah dibatalkan" ujar.

Dia mengaku, sebelum korona, sebulan rata-rata terjual meja dan kursi masing-masing antara 2 unit sampai 3 unit, sedangkan gazebo sekitar 1 unit. Untuk  dipan jarang ada pemesanan.

Pembeli produk kerajinannya, selain masyarakat di wilayah, barang juga banyak diambil sopir truk dari berbagai asal daerah, seperti medan, padang, palembang, bengkulu. 

"Sejak tidak ada pesanan karena wabah korona saya terpaksa beralih profesi sebagai tukang tambal ban, yang penting ada pemasukan bagi keluarga dan dapur tetap ngebul" kata dia.

Penghasilan dari usaha tambal ban, kata dia, sehari berkisar Rp40 ribu sampai Rp60 ribu. Hasil yang didapat itu, untuk mencukupi kebutuhan harian keluarga saja.

"Saat ini selama wabah covid-19, saya hanya bisa bertahan" tuturnya.

Dia berharap, wabah korona segera berlalu agar penghidupan dia sebagai pengrajin bambu dapat berjalan normal kembali.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...


Berita Terkait



Komentar