#demamberdarah#dbd#beritalamsel#kesehatan#jumantik

Balada Petugas Jumantik di Tengah Pandemi Covid-19

( kata)
<i>Balada Petugas Jumantik di Tengah Pandemi Covid-19</i>
Suyadi (42) warga Dusun Ringinsari, Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang merupakan Jumantik saat menumpahkan genangan air disetiap barang bekas dirumahnya, Rabu (10/6/2020). Armansyah

Kalianda (Lampost.co): Terik matahari pagi hari itu mulai nampak di sudut bagian timur, Rabu, 10 Juni 2020. Pria itu tengah bersiap-siap untuk melakukan rutinitasnya sebagai abdi negara di Kantor Camat Palas, Lampung Selatan.

Sebelum beranjak dari rumahnya, pria itu pun sibuk menuju setiap sudut rumahnya yang terletak di Dusun Ringinsari, Desa Bangunan, Kecamatan Palas. Sesekali ia menumpahkan genangan air di beberapa barang bekas, seperti botol, plastik dan lainnya.

Pria yang kesehariannya bertugas sebagai juru pemantau jentik (Jumantik) dikeluarganya itu adalah Suyadi namanya. Meski ditengah pandemi Covid-19, pria kelahiran tahun 1978 itu tetap aktif memantau keberadaan jentik-jentik nyamuk disekitaran rumahnya.

Suyadi mengatakan keberadaan jentik-jentik nyamuk itu justru sangat mengancam keselamatannya ditengah pandemi Covid-19 sekarang. Tentu hal itu dapat memicu menimbulkan penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan Covid-19 itu sendiri.

"Justru disaat pandemi Covid-19 ini kita harus lebih tanggap terhadap kebersihan lingkungan. Dengan terbiasa membersihkan setiap genangan air, itu juga bisa mencegah penyebaran berbagai virus yang mengancam keluarga," kata bapak tiga anak itu.

Menurut Kasi Ekobang Kantor Camat Palas itu, disaat musim pancaroba dibarengi pandemi Covid-19 ini tentu lebih ektra menjaga lingkungan. Apalagi ketika membersihkan setiap genangan air diluar rumah, mesti tetap menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker.

"Tetap pakai masker. Makanya saya kalau setiap keluar rumah mau kerja, saya sempatkan dulu cek setiap sudut rumah apakah ada genangan air atau tidak. Lebih baik mencegah, daripada mengobati," kata suami dari Siti Khodijah itu.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar