#feature#bedahrumah#beritalampung

Asa Unung Menanti Donatur dan Pemerintah Perbaiki Gubuk Reyot

( kata)
<i>Asa Unung Menanti Donatur dan Pemerintah Perbaiki Gubuk Reyot</i>
Kondisi rumah tak layak huni menjadi tempat berteduh bagi Unung bersama anak, cucu, dan suaminya. Lampost.co/Deta Citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co): Dingin dicampur air yang bocor, masuk ke gubuk reyot di warga Jalan WR. Supratman, Gang Sanuba, Kampung Cikarai, Kelurahan Talang, Telukbetung Selatan. Begitulah kondisi tempat tinggal Unung Mastu yang memprihatinkan saat malam ataupun hujan turun.

Kondisi rumah tak layak huni berdinding papan dan geribik yang sudah rapuh dan bocor berpotensi ambruk ini, membuat penghuni merasa was-was dan ketakutan, terlebih saat hujan terjadi.

Keterbatasan ekonomi harus direlakan Unung, karena suaminya hanya berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling yang membuat Unung dan keluarganya hingga kini belum mampu merenovasi rumah. 

Rumah hasil peninggalan orang tua yang lokasinya berada tidak jauh, sekitar 70 meter dari kantor Kelurahan Talang ini, mulai ditempati Unung dan keluarga sejak 1973.

Tinggal bersama ketiga anak dan satu cucu yang telah yatim, Unung hanya mengandalkan penghasilan dari suaminya yang tidak menentu.

Sementara ketiga anaknya sudah tidak bekerja karena mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19.Disisi lain Unung juga harus mengurus satu cucu.

Meski beberapa tahun lalu sudah diusulkan masuk program bedah rumah oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung, hingga kini belum terealisasi. Dengan kondisi ini Unung dan keluarga berharap kepada donatur maupun pemerintah bisa membantu perbaikan rumahnya. 

"Mau gimana lagi, kondisinya memang sudah begini. Ya sudah lama. Kalau ujan bocor. Mau pindah enggak bisa karena ini rumah peninggalan orang tua, sayang kalau dijual tanah sama rumahnya," ujar Unung, Minggu, 5 Juli 2020.

Kondisi demikian yang dialami Unung dan keluarga mendapatkan perhatian khusus dari warga sekitar. Niar, warga sekitar, mengatakan rumah yang dihuni Unung dan keluarganya itu beberapa waktu lalu pada bagian dinding sempat roboh akibat angin kencang dan hujan deras.

Warga berharap agar aparat desa dan pemerintah dapat memberikan perhatian kepada Unung sekeluarga, untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal Unung. 

"Kasian juga waktu hujan deras sama angin kencang sempat roboh dinding rumahnya (Unung). Kalau bisa ini warga sekitar juga perihatin, supaya rumah Ibu Unung di perbaiki biar lebih layak," harap Niar.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...


Berita Terkait



Komentar