#lampungselatan

Abah Ucen Jualan Es Kepal 32 Tahun untuk Hidupi Keluarga 

<i>Abah Ucen Jualan Es Kepal 32 Tahun untuk Hidupi Keluarga</i> 
Ucen (74) warga Dusun Sukamakmur, Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat menjajakan dagangannya di Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, Senin, 18 Juli 2022. (Lampost.co/Armansyah)


Kalianda (Lampost.co) -- Pria paruh baya itu tiba-tiba berhenti di tepi ruas jalan poros Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Senin, 18 Juli 2022. Dengan sigap pria itu turun dari motornya dan menawarkan barang jualannya yang ia bawa.

Ketika pelanggan memesan permintaannya, pria yang mengenakan peci tersebut spontan menyiapkan bahan-bahan yang akan diracik untuk dibuat segelas minuman segar.

Pria itu adalah Ucen (74) warga Dusun Sukamakmur, Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas. Pria kelahiran Garut, Jawa Barat itu kerap disapa para pelangganya Abah Ucen.

Abah Uceh merupakan salah satu penjual Es Kepal yang telah berjualan sejak 32 tahun silam. Ia mengaku kebutuhan sehari-harinya hanya bergantung dari penghasilan dari Es Kepal.

Dengan kondisi yang pernah mengidap usus buntu, Abah Ucen tetap semangat mencari nafkah demi anak dan istrinya. Ia mengaku sehari hanya mampu mendapatkan keuntungan kotor berkisar Rp80 ribu hingga Rp100 ribu.

"Alhamdulillah, uang segitu sudah mencukupi kebutuhan sehari-hari dirumah. Lumayan buat beli beras dan lauk pauk. Kemudian, sebagian untuk modal lagi," kata pria kelahiran 1948 itu.

Dia mengaku sejak 1990 tidak memiliki pekerjaan lain selain berjualan Es Kepal. Hal tersebut dikarenakan kondisi fisik badan sudah tidak mumpuni lagi. Meski demikian, ia tetap mensyukuri nikmat rezeki dan kesehatannya.

Abah Ucen mengaku sedih ketika bertemu dengan musim penghujan. Hal itu disebabkan, jualan Es Kepal yang ia jajakan dengan berkeliling itu tidak laku terjual.

"Ya, kalau sudah turun hujan sedih juga karena dagangan saya enggak laku. Tapi, mau gimana lagi sudah resiko saya. Kalau sudah rezeki, enggak bakal kemana-mana," kata istri dari Eti itu. 

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait