#Hujan#AnginKencang

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Sebabkan Rumah Warga Margasari Ambruk

( kata)
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Sebabkan Rumah Warga Margasari Ambruk
Rumah milik Atim warga Dusun Pematangsari, Desa Margasari, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, ambruk, Rabu (29/1/2020) sekitar pukul 17.00 Wib. Dok Warga

Kalianda (Lampost.co) -- Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan rumah milik Atim warga Dusun Pematangsari, Desa Margasari, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, ambruk, Rabu, 29 Januari 2020 sekitar pukul 17.00 WIB. Beruntung peristiwa itu tidak memakan korban jiwa.

Pjs Kepala Desa Margasari, Suhadi mengatakan rumah berukuran 6x8 meter itu ambruk disaat hujan deras disertai angin kencang. Padahal, rumah tersebut baru saja selesai dibangun oleh pemiliknya.

"Iya, rumah milik Pak Atim ambruk saat angin kencang tadi sore. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Pemilik rumah belum menempatinya karena tadi sore baru selesai naikin genteng atau atap rumah," kata dia.

Meski demikian, kata Suhadi, pihaknya akan melaporkan peristiwa tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel. "Ya, kami cek dan didata dulu. Nanti kami akan buatkan laporan. Karena ini perisitiwa atau musibah yang dialami warganya," kata dia.

Ditempat terpisah, rumah milik Sandrun (41) warga Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, alami kerusakan bagian atap rumah setelah tertimpa pohon sengon. Beruntung pemilik rumah langsung menyelamatkan diri.

"Bagian ruang tamu yang tertimpa pohon itu. Alhamdulillah, sang pemilik rumah sudah mengungsi sebelum perisitiwa itu," kata Jesika yang merupakan tetangga korban.

Jalan Poros Digenangi Banjir

Diwaktu yang sama, akibat diguyur Hujan deras selama dua jam, beberapa titik ruas Jalan Poros Kecamatan Palas, Lampung Selatan, tepat di Desa Sukaraja digenangi banjir, Rabu, 29 Januari 2020 sore. Meski demikian, banjir yang disebabkan sempitnya saluran drainase itu berlangsung tidak lama.

Kepala Desa Sukaraja, Sinarti mengatakan setidaknya ada tiga titik ruas jalan poros di desa setempat yang kerap digenangi banjir ketika turun hujan deras. Hal itu disebabkan saluran drainase dan gorong-gorong tidak mampu menampung air hingga masuk ke jalan.

"Memang setiap turun hujan deras di ruas jalan poros desa kami pasti digenangi banjir. Tapi, banjirnya tidak lama. Hanya sekedar lewat saja," kata dia.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar