#Hoaks#UstazMaaher

Hoaks Penyebab Kematian Ustaz Maaher Jadi PR Kabareskrim Baru

Hoaks Penyebab Kematian Ustaz Maaher Jadi PR Kabareskrim Baru
Ilustrasi polisi. Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Segudang pekerjaan rumah (PR) menunggu kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri yang baru. Salah satunya, membersihkan nama institusi yang diterpa hoaks terkait kematian Ustaz Maaher At-Thuwailibi saat mendekam di rumah tahanan (rutan) Bareskrim.

"Kita tidak bisa menyimpulkan bahwa kasus meninggalnya Ustaz Maaher karena terjadi kekerasan, hanya saja sangat disayangkan bila seseorang bisa meninggal di tahanan kepolisian," ujar pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto kepada Medcom.id, Minggu, 14 Februari 2021.

Bambang menuturkan informasi terakhir penyebab kematian Maaher karena sakit. Namun, patut diduga terjadi pengabain hak-hak tersangka saat di rutan.

"Bahwa seseorang masih memiliki hak asasi yang melekat dan dilindungi undang-undang meski menjadi tersangka," tutur dia.

Kabareskrim baru mesti memastikan seluruh program di bawah kepemimpinannya berjalan sesuai slogan baru Korps Bahyangkara, yaitu prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan (Presisi). Hal itu untuk membangun kepercayaan publik pada institusi Polri.

"Bahwa jargon dan program yang disampaikan (Kapolri Jenderal Listyo Sigit) itu bukan sekadar angin surga," ujar dia.

Sebelumnya, kepolisian mengumumkan kematian Maaher karena sakit. Namun, Polri enggan mengungkap penyakit yang diderita Maaher.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengungkapkan penyakit yang diderita terbilang sensitif. Kepolisian tidak bisa sembarangan membuka sakit yang diderita Maaher.

"Saya tidak bisa menyampaikan sakitnya apa karena ini adalah sakit yang sensitif. Ini bisa berkaitan dengan nama baik keluarga almarhum," ujar Argo dalam konferensi pers Selasa, 9 Februari 2021.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait