#teroris#eksporbenur#covid-19

[Highlight] Polisi Ringkus Teroris Poso, 11 Pengekspor Benur Dilarang Beroperasi, hingga Toko Grosir Tutup gara-gara Karyawannya Terpapar Covid-19

[Highlight] Polisi Ringkus Teroris Poso, 11 Pengekspor Benur Dilarang Beroperasi, hingga Toko Grosir Tutup gara-gara Karyawannya Terpapar Covid-19
Ilustrasi: Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co): Densus 88 Antiteror Mabes Polri dikabarkan menangkap terduga jaringan radikal atau teroris bernama Taufiq Bulaga alias Upik Lawanga, pentolan jaringan radikalisme Poso. Informasi yang didapatkan Lampost.co, Taufiq ditangkap pada, Rabu, 25 November 2020 di Seputih Banyak, Lampung Tengah.

Taufiq merupakan pakar pembuat bom dan merupakan murid teroris Dr. Azhari yang telah tewas 2005 silam.

Selanjutnya, baca `Pentolan` Jaringan Radikal Poso Ditangkap di Lampung Tengah


Sementara itu, dari 14 perusahaan eksportir benur atau benih lobster yang sudah mendaftar di Pesisir Barat, terdapat 11 perusahaan yang suspend atau tidak diterbitkan Surat Keterangan Waktu Pengeluaran (SKWP) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sebanyak 11 perusahaan tersebut tidak diperbolehkan melakukan ekspor benur lagi karena tersangkut kasus.  

"Dari 14 perusahaan itu ada beberapa yang tidak boleh melakukan ekspor lagi. Persoalannya mereka kedapatan di Bandara Soekarno Hatta karena jumlah pada dokumen berbeda dengan kenyataan isinya atau jumlah yang dibawa (benur). Ditangkapnya bulan September lalu," kata Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pesisir Barat Bambang Supeno.

Selengkapnya, klik 11 Perusahaan Pengekspor Benur di Pesisir Barat Berstatus Suspend


Kabar lainnya, salah satu toko grosir di Jalan Pulau Damar, Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, tidak lagi melayani pembeli. Hal itu setelah salah satu karyawan dinyatakan positif terpapar Covid-19. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bandar Lampung, Ahmad Nurizki Erwandi membenarkan tutupnya toko yang menjual perabot rumah tangga. 

"Informasinya sekarang toko itu sudah tutup. Hal itu karena adanya laporan dari masyarakat adanya karyawan yang terpapar Covid-19 sehingga tutup untuk sementara," ujarnya, Selasa, 24 November 2020.

Baca laporan utuhnya dalam judul Karyawan Terkonfirmasi Covid-19, Toko di Sukarame Tutup Sementara

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait