Pilkadapilwakottps

Herman HN Dampingi Eva Dwiana ke TPS

Herman HN Dampingi Eva Dwiana ke TPS
Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN bersama istri Eva Dwiana, saat memilih di TPS 06, Kelurahan Palapa, Kecamatan Tanjungkarang Pusat. Lampost.co/Deta Citrawan


Wali Kota Bandar Lampung Herman HN menyalurkan hak pilihnya di TPS 06, Kelurahan Palapa, Kecamatan Tanjungkarang Pusat. Kehadirannya itu turut didampingi sang istri Eva Dwiana yang juga menjadi calon walikota Bandar Lampung.

Keduanya datang bersama ke TPS untuk mengikuti pesta demokrasi. Sebelum masuk ke dalam TPS petugas mengarahkan untuk memakai penyanitasi tangan dan memberikan sarung tangan plastik digunakan saat memilih.

Pantauan di lokasi Rabu 9 Desember 2020 sekitar pukul 08.30, Wali Kota Herman HN bersama istri Eva Dwiana menunggu antrian panggilan oleh petugas untuk mengambil surat suara. Kemudian, petugas pun memanggil keduanya untuk mengambil surat suara dan segera menuju bilik suara.

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN meminta kepada penyelenggara untuk mengawal segala proses pelaksanaan Pilwakot 2020 ini. Dirinya pun akan turut mengawal proses pemilihan guna memastikan masyarakat datang ke TPS dan melihat antusiasnya.

Terutama di masa pandemi ini, segala proses pemilihan di TPS harus sesuai dengan protokol kesehatan dengan mengedepankan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M).

"Saya minta semua aparatur daerah terutama KPU, Bawaslu jaga dengan baik cek di lapangan kondisi pelaksanaan yang baik. Saya juga akan keliling tapi tidak banyak dari mobil agar kami saling jaga protokol kesehatan harus jalan semua, sarung tangan sangat penting," ujarnya, Rabu 9 Desember 2020.

Dirinya mengajak masyarakat jangan golput dan memberikan hak suara yang akan menentukan nasib masyarakat Bandar Lampung selama lima tahun kedepan. "Saya imbau masyarakat berduyun-duyun datang ke TPS nyoblos mana yang dikehendaki cari pemimpin yang baik, amanah tidak pakai uang, kalau pakai uang itu penghianat negara," kata dia.

Terhadap pihak penyelenggara dirinya kembali menekankan untuk bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku. "Aparat di bawah sering macam-macam. Saya ingin lurus saja. Sudah di gaji, maka harus tanggung jawab, jangan semaunya," ungkapnya.

Untuk hasil pemilihan, dia berharap masyarakat Bandar Lampung memiliki pemimpin yang jujur dan baik, bukan berdasarkan politik uang. "Harapan saya pemimpinnya orang dekat saya, tapi Allah yang ngatur. Makanya yang saya bilang tadi jangan pakai uang. Itu penghianat negara, daerah dan demokrasi. Belum jadi sudah bagi-bagi uang," pungkasnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait