#pendidikan

Hati Guru Sempat Terluka, Fraza Pendidikan Madrasah Hilang dalam RUU Sisdiknas

Hati Guru Sempat Terluka, Fraza Pendidikan Madrasah Hilang dalam RUU Sisdiknas
Guru. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Hati guru-guru madrasah sempat terluka ketika pendidikan madrasah hilang dalam draf Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Padahal, sejauh ini pendidikan madrasah telah berkontribusi bagi pendidikan anak bangsa di Tanah Air. 

"Hilangnya frasa madrasah dalam RUU Sisdiknas itu menyakiti hati guru-guru madrasah di seluruh Indonesia," kata Ketua Umum Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PB PGMNI), Makhrus, dalam RDPU Komisi X DPR RI, Senin, 19 September 2022.

Baca juga: PGRI Minta Dilibatkan dalam Proses RUU Sisdiknas

Makhrus menyebut frasa pendidikan madrasah kembali, namun bukan berarti hati guru telah sembuh. Dia menyatakan hal itu tak mengobati hati guru madrasah yang tergores.

"Meskipun dimunculkan kembali itu tak mengobati hati yang tergores. Ada apa maksud RUU Sisdiknas terhadap pendidikan madrasah di Indonesia. Siapa aktor di balik RUU Sisdiknas ini? Kenapa kok banyak melukai hati banyak orang termasuk kami?" tanya dia.

Makhrus menyampaikan rasa tersinggung kepada pemerintah. Pemerintah, seolah lupa pendidikan madrasah menjadi benteng terakhir dari pendidikan moral.

"Saya ingatkan guru madrasah ini benteng terakhir pendidikan moral dan akhlak anak bangsa di Indonesia. Kalau seandainya pendidikan di madrasah ini disepelekan, artinya menyepelekan akhlak dan moral anak-anak kita di daerah," tutur dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait