#hariri#gurungaji#insentif#jantung#beritalampung

Hariri, Guru Mengaji yang Wafat Sebelum Menerima Insentif

Hariri, Guru Mengaji yang Wafat Sebelum Menerima Insentif
dok Lampost.co


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung sempat dibuat geger beberapa hari lalu. Musababnya, Hariri, salah satu guru mengaji yang diundang berkumpul di kantor Pemkot Bandar Lampung, tiba-tiba pingsan. Belum sampai di rumah sakit, Hariri mengembuskan napas yang terakhir.

Pemkot Bandar Lampung sengaja mengumpulkan guru mengaji karena ada pengarahan, sekaligus pemberian insentif ruitn. Ribuan jumlah guru mengaji yang datang.

Namun, ketika tengah mengantre, Hariri mendadak ambruk. Tubuh lelaki 64 tahun cepat digotong untuk dibawa ke ambulance. Nasib berkata lain, warga Kampung Tenggal, Kelurahan Bukit Kemiling Permai, Bandar Lampung, itu meninggal sebelum sampai rumah sakit. Belum sempat pula menerima insentif.

Hariri diduga kelelahan. Menurut keluarga, Hariri memang ada riwayat penyakit jantung. Sudah dua tahun belakangan dia harus bolak balik ke rumah sakit.

"Memang seharusnya dipasang ring ke Jakarta, cuma terbentur biaya. Jadi hanya berobat jalan," kata Syarip, anak almarhum, Kamis, 29 Agustus 2019.

Syarif mengaku biasanya rutin menemani sang ayah ketika hendak mengambil insentif. Kemarin, dia tak bisa mengantar karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal.

"Bapak pergi menumpang mobil kawannya," tutur Syarif.

Wali Kota Bandar Lampung Herman H.N. datang melayat tak lama setelah jenazah Hariri tiba di rumah duka. "Beliau berduka cita dan memberi santunan," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Bandar Lampung Suhardi Syamsi.

EDITOR

Deta Citrawan

loading...




Komentar


Berita Terkait