#operasipatuhkrakatau#raziapengendara#beritalambar

Hari Pertama Razia, 70 Pengendara di Lambar Kena Teguran Tertulis

Hari Pertama Razia, 70 Pengendara di Lambar Kena Teguran Tertulis
Operasi Patuh Krakatau 2020 di hari pertama di Lambar sebanyak 70 pengendara kena tegur. Dok/Satlantas


Liwa (Lampost.co): Hari pertama pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2020 yang digelar Polres Lambar, Kamis, 23 Juli 2020, sebanyak 70 pengendara diberikan teguran secara tertulis karena tidak menggunakan helm dan masker saat melintasi kawasan tertib berlalu lintas.

Operasi lalu lintas melibatkan sebanyak 25 personel itu dipusatkan di Tugu Liwa dan dipimpin langsung oleh Kasat Lantas AKP Bambang Dwi Setiawan didampingi Kanit Patroli Ipda Juni Rosiwan dan Kanit Laka Bripka Hendra Dermawan.

Dalam kegiatan razia tersebut, anggota satuan lalu lintas Polres Lampung Barat menegur dan menginterogasi sejumlah pengendara yang melanggar karena tidak menggunakan masker dan helm serta kelengkapan surat menyurat kendaraan lainnya. 

"Ada 70 kendaraan yang pengemudinya diberikan teguran saat melintasi lokasi razia. Mereka lalu diperintahkan untuk kembali mengambil masker guna mencegah penyebaran covid 19. Kemudian bagi yang tidak memakai helm diperintahkan mengambil helm demi keselamatannya," kata Kasat Lantas AKP Bambang Dwi Setyawan.

Ia menambahkan Operasi Patuh Krakatau 2020 ini pelaksanaanya berbeda dengan operasi patuh di tahun-tahun sebelumnya. Operasi patuh pada pandemi covid-19 ini, selain menertibkan para pelanggar lalulintas juga menertibkan protokol kesehatan dalam rangka penerapan protokol kesehatan.

Kegiatan pemeriksaan kendaraan bermotor maupun mobil ini akan berlangsung selama 14 hari mulai dari 23 Juli sampai dengan 5 Agustus 2020. 

Kasat lantas AKP Bambang Dwi Setyawan mendampingi Kapolres Lampung Barat AKBP Rachmat Trihariayadi mengatakan dalam operasi ini sifatnya hanya memberi teguran kepada pelanggar.

Kemudian penertiban protokol kesehatan yang dilakukan adalah untuk menegakkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru. Hal ini dilakukan karena sebagian masyarakat mulai menjalankan aktivitasnya kembali seperti semula. Keadaan ini membuat lalu lintas kembali ramai.

Untuk mendisiplinkan masyarakat, kata dia, maka penindakan lewat penilangan tetap akan diberlakukan namun presentasenya kecil yaitu hanya 20 persen saja. Sisanya akan lebih banyak dititikberatkan ke edukasi yaitu dilakukan dengan cara memberikan teguran dan penyuluhan ke masyarakat.

Kemudian sebanyak 40 persen lainya dilakukan secara preventif dengan memberikan informasi dan imbauan lewat berbagai media dan 40 persen lainnya dengan menjaga dan mengatur lalu lintas. 

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait