Ppkmpsbb

Hari Pertama PPKM Jawa-Bali, Arus Pengguna Jasa di Bakauheni Normal

Hari Pertama PPKM Jawa-Bali, Arus Pengguna Jasa di Bakauheni Normal
Suasana antrean di pintu loket Pelabuhan Bakauheni. Lampost.co/Aan Kridolaksono


Kalianda (lampost.co) -- Hari pertama penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyakarat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali, tidak berpengaruh terhadap arus penyeberangan di lintasan pelabuhan Bakauheni-Merak, Senin, 11 Januari 2021.

General manager PT ASDP cabang Bakauheni, Captain Solikin menjelaskan arus penumpang dan kendaraan di pelabuhan Bakauheni ke Merak terbilang normal pada hari pertama pemberlakuan PPKM Jawa dan Bali. 

Dimana arus penumpang pejalan kaki dan dalam kendaraan mencapai 20ribu orang per hari dengan jumlah kendaraan mencapai 6.00/ - 7.000 unit per hari. 

"Belum ada dampak dari PPKM di Pulau Jawa dan Bali. Kan masih sehari ini pemberlakuannya. Jadi belum bisa disimpulkan. Minimal 3-4 hari ke depan baru bisa dilihat perbandingan dengan hari biasanya," kata Solikin.

Menghadapi kebijakan pemerintah tersebut, ujar dia, ASDP menyiapkan skema penyesuaian transportasi penyeberangan dalam menghadapi berbagai kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat. Hal itu untuk mencegah wabah pandemi Covid-19, seperti saat PSBB DKI Jakarta pada Maret tahun lalu. 

Jika kondisi normal namun permintaan berkurang, ASDP akan mengurangi jadwal operasi kapal, sehingga tetap memiliki nilai tambah. Sehingga saat beroperasi setelah pemberlakuan PPKM tidak terlalu jauh. "Kami tetap memberlakukan pembatasan kapasitas angkutan maksimal 50 persen," imbuhnya.

Terkait pengawasan dan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19, ungkapnya, sejak awal ASDP bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Polres Lampung Selatan,  Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan konsisten memutus mata rantai Covid-19. 

“Protokol kesehatan kami wajibkan dan disiapkan juga hand sanitizer dan alat thermal gun untuk memeriksa suhu tubuh penumpang yang turun ke Pelabuhan Bakauheni. Selain itu juga disiapkan lorong sterilisasi disinfektan di jalur penumpang pejalan kaki," katanya. 

Upaya lain perang melawan pandemi Covid-19, ungkap Solikin, pihaknya juga mengimplementasikan jaga jarak fisik sebagai cara menghindari penyebaran virus korona.    

"Kami mengatur jarak antrian antar penumpang minimal satu meter di loket pembelian tiket, kursi duduk, baik di ruang tunggu penumpang maupun di kapal," ungkapnya. 

Menurut dia, pemesanan tiket secara daring juga dinilai tepat dalam kondisi pandemi covid ini. Sebab, dapat menghindari kerumunan saat antri di loket. "Dengan tiket online kami mengimplementasikan jaga jarak," tandasnya. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait