#ekbis#hargaudang#petambakudang#beritalamsel

Harga Udang Naik Hingga Rp7 Ribu Per Kilo

Harga Udang Naik Hingga Rp7 Ribu Per Kilo
Pengepul udang vanamie di pesisir timur Desa Pematangpasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Minggu (23/6/2019). Lampost.co/ Aan kridolaksono

KALIANDA (Lampost.co) -- Harga udang vanamie di tingkat petambak di pesisir timur Kabupaten Lampung Selatan, meningkat sekitar Rp5 ribu - Rp7 ribu per kilog, dibandingkan pada Ramadan 1440 Hijriah lalu. 

Petambak di kawasan pesisir pantai timur, Kecamatan Bakauheni, Ketapang, dan Sragi, mengaku pada Ramadan lalu, harga udang murah untuk ukuran 100 atau 100 ekor untuk satu kilonya hanya Rp43 ribu, namun akhir Juni 2019 naik menjadi Rp48 ribu per kilo.

"Biasanya harga udang akan terus merangkak naik hingga bulan September seperti tahun tahun sebelumnya. Cuma kenaikannya tidak sampai Rp100 ribu per kilo. Paling banter Rp73 ribu per kilo seperti tahun lalu," kata Hari, petambak sekaligus pengepul budidaya udang di pesisir timur Desa Pematangpasir, Kecamatan Ketapang, Minggu (23/6/2019)

Selain ukuran 100, Hari mengatakan harga udang ukuran 90 juga mengalami kenaikan senilai Rp75 ribu dari sebelumnya Rp55 ribu. Setiap selisih ukuran 10, harga udang naik Rp4 ribu per kg. Harga udang ukuran 40 hingga 50 mencapai Rp100 ribu per kg. "Cuma petambak disini jarang sekali yang membesarkan udang sampai ukuran 40 hingga 50, karena biaya operasional makin tinggi. Pasarnya Eropa, sedangkan ukuran 80 hingga 100 hanya pasar Asia," kata dia.

Namun meningkatnya harga udang setelah Lebaran ini,  ujar Hari, tidak didukung dengan hasil panen yang memuaskan lantaran serangan virus mio dan berak putih. "Kondisi cuaca yang tak menentu mengakibatkan serangan virus mengurangi hasil panen hingga 40 persen, " jelasnya.

EDITOR

Aan Kridolaksono

loading...

Berita Terkait

Komentar