telur

Harga Telur di Bandar Lampung Merangkak Naik

Harga Telur di Bandar Lampung Merangkak Naik
Harga telur ayam negeri merangkak naik di pasar. Salda


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Harga telur ayam negeri terus merangkak naik di tengah merebaknya peredaran telur ayam infertil di pasar Bandar Lampung, Kamis, 14 Mei 2020.

Telur ayam infertil adalah telur yang berasal dari perusahaan breeding (pembibitan) atau yang dikenal dengan nama telur HE (hatched egg). Berbeda dengan telur ayam negeri yang bisa disimpan di suhu ruangan hingga satu bulan, telur ayam infertil relatif tak bisa bertahan lama atau umumnya mulai membusuk dalam seminggu. Sejatinya, pemerintah telah melarang peredaran ayam infertil tersebut.

Nurman, pejaga toko grosir di Jalan Hayam Wuruk, samping Pasar Tugu, Bandar Lampung mengaku, beberapa pekan ini harga telur mengalami kenaikan meski telur infertil sudah beredar di masyarakat.

"Kalau harga telur naik semula Rp19 ribu saat ini Rp20 ribu. Kemarin ada pembeli mengaku membeli telur warna putih pucat di pinggir jalan, ternyata dimasak sudah bau," ujarnya kepada lampost.co, Kamis, 14 Mei 2020.

Ia menambahkan, dalam sehari mampu menghabiskan 40 peti telur dengan berat 1 peti berkisar 15 kg. Rata-rata pembeli untuk dijual kembali di toko mereka.

"Sudah beberapa orang sering cerita kalau beli telur di pinggir jalan yang warna pucat itu mudah busuk baunya, apalagi lebih dari seminggu gak dimasak tambah bau jadi harus cepet laku," katanya.

Diketahui, larangan menjual telur HE atau infertil diatur dalam Permentan Nomor 32/Permentan/PK.230/2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait