#sembako#ramadan

Harga Sembako Naik 10 Persen Dekati Ramadan

Harga Sembako Naik 10 Persen Dekati Ramadan
Beberapa komoditi pokok di Pasar Perumnas Way Halim Bandar Lampung mengalami kenaikan harga jelang ramadan. Lampost/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan menjelang bulan suci ramadan 1443H/2022M. Lonjakan tersebut dikarenakan adanya peningkatan permintaan komoditi pokok di masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sesuai data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) di Provinsi Lampung periode 1-31 Maret 2022, beberapa komoditi pokok mengalami kenaikan. Seperti daging ayam dari Rp32.000/kg saat ini Rp34.650/kg. Daging sapi kualitas 1 awalnya Rp129.400/kg saat ini Rp131.250/kg sementara daging sapi kualitas 2 awalnya Rp120.000/kg saat ini Rp122.500/kg.

Kemudian telur ayam broiler Rp21.950/kg saat ini Rp24.950/kg. Bawang merah Rp32.000/kg turun saat ini Rp26.500/kg dan bawang putih Rp26.500/kg naik jadi Rp27.900/kg. Lalu cabai merah besar Rp44.250/kg saat ini Rp44.400/kg, cabai merah keriting Rp37.400/kg turun saat ini Rp35.750/kg, cabai rawit hijau Rp36.650/kg saat ini Rp36.900/kg, cabai rawit merah Rp49.650/kg saat ini turun Rp40.900/kg.

Minyak goreng curah Rp20.000/liter saat ini Rp19.650/liter dan minyak goreng kemasan Rp15.900/liter Rp21.400/liter. Lalu gula pasir kualitas premium Rp14.350/kg saat ini Rp14.400/kg dan gula pasir lokal Rp13.700/kg saat ini Rp13.950/kg.

Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kusnardi mengatakan menjelang bulan ramadan bahan-bahan pokok wajar mengalami kenaikan. Meskipun begitu, pihaknya akan menjaga harga agar inflasi tidak terlalu dalam. Pihaknya juga akan menggelar operasi pasar dan sebagainya untuk stabilitas harga

"Kalau mau bulan puasa ini, biasa pasti naik harga-harga kebutuhan pokok sekitar 5%-10%. Kalau harga komoditi terlalu tinggi, barang dagangannyakan gak laku dibeli karena kemahalan. Masyarakat juga jangan pelit-pelit amat sama pedagang," katanya saat Lampung Economic Update di Ballroom Kantor BI Lampung, Kamis, 31 Maret 2022.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Irfan Farulian mengatakan inflasi pada triwulan I 2022 diperkirakan tertahan dibandingkan triwulan IV 2021. Namun terdapat beberapa risiko inflasi memasuki periode Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri yang patut diwaspadai.

"Berlanjutnya peningkatan harga komoditas dunia turut berdampak pada peningkatan komoditas bahan pangan di Lampung," katanya.

Selain itu, ketersediaan pasokan komoditas strategis perlu menjadi perhatian bersama seiring dengan meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan, hal ini tercermin melalui Survei Pemantauan Harga (SPH) Bank Indonesia dimana terdapat peningaktan harga bahan pangan untuk beberapa komoditas strategis.

Sampai dengan bulan Februari 2022, peningkatan harga pupuk, terbatasnya pasokan CPO Malaysia, serta meningkatnya tensi geoopolitik Rusia-Ukraina mendorong kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO), gandum dan jagung dunia. Pada second round effect, kenaikan harga minyak goreng dan gandum berpotensi mendorong kenaikan harga makanan.

"Selanjutnya, harga jagung yang terus meningkat turut mendorong kenaikan harga pakan ayam petelur, yang akan berdampak pada kenaikan harga telur dan kue kering," katanya.

Kemudian berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) Bank Indonesia minggu ketiga Maret 2022 mencatat inflasi sebesar 0,39% (mtm). Sumber inflasi terutama masih berasal dari cabai merah, telur ayam, dan bawang merah. Peningkatan harga cabai merah dan bawang merah sejalan dengan ketersediaan pasokan dari distributor yang menurun dan permintaan yang tetap sehingga memacu meningkatnya harga.

"Adapun untuk komoditas telur ayam, peningkatan harga disebabkan oleh meningkatnya harga dari pemasok," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait