pasarsayuran

Harga Sayuran di Lampung Utara Rontok

( kata)
Harga Sayuran di Lampung Utara Rontok
Salah satu petani sayur merawat tanaman yang dia budidayakan di areal lahannya, di Desa Abung Jayo, Kecamatan Abung Semuli. Yudhi


KOTABUMI (Lampost.co) -- Petani di Kabupaten Lampung Utara mengeluhkan anjloknya harga sayuran. Akibatnya, penghidupan petani yang mengandalkan komoditas itu sebagai mata pencarian utama semakin terpuruk dalam sebulan terakhir.

"Mulai awal Juli sampai pertengahan Agustus 2020, harga sayuran di tingkat petani mengalami penurunan. Ini menjadikan penghasilan yang kami peroleh sebagai petani sayur untuk menafkahi keluarga jauh dari kata layak," ujar Sugito, salah satu petani sayur di Desa Abung Jayo, Kecamatan Abung Semuli, Jumat, 21 Agustus 2020. 

Menurutnya, harga sawi hijau dibeli pedagang Rp1.500/ikat turun menjadi Rp300/ikat, kangkung Rp1 ribu/ikat turun menjadi Rp200/ikat, bayam dari Rp1 ribu/ikat turun menjadi Rp700/ikat, dan kemangi dari harga Rp10 ribu/ikat ukuran sedang turun menjadi Rp5 ribu/ikat ukuran sedang. 

"Harga sayuran yang kami budidayakan di areal anjlok semua. Menurut pedagang turunnya harga tersebut karena melimpahnya pasokan komoditas pertanian sejenis dari luar daerah ke pasar-pasar di seputar wilayah Kabupaten Lampura," kata dia. 

Untuk total beban produksi yang mesti dikeluarkan, dari pembelian pupuk, bibit, dan pestisida di areal lahan seluas 400 meter persegi yang dia kelola berkisar Rp200 ribu sekali musim tanam atau selama 45 hari dari tanam sampai panen. 

"Bila harga stabil, penghasilan bersih yang saya terima sekali musim tanam rata-rata Rp1,5 juta. Sekarang, penghasilan yang saya terima terakhir setelah di potong modal tersisa Rp600 ribu sebagai upah kerja selama proses perawatan sayuran," tuturnya lirih.

Dia mengaku turunnya harga sayuran itu sangat berdampak pada penghidupan petani. Dengan penghasilan sebesar Rp600 ribu sebagai upah kerja sekali musim tanam, berarti keringat petani sehari hanya dihargai Rp20 ribu.

EDITOR

Winarko

loading...


Berita Terkait



Komentar