#telur#peternakan#pakan

Harga Pakan Tinggi, Disnakkeswan Lamsel Tak Bisa Berbuat Apa-apa

Harga Pakan Tinggi, Disnakkeswan Lamsel Tak Bisa Berbuat Apa-apa
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamsel Rini Ariasih. Lampost.co


Kalianda (Lampost.co) -- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Lampung Selatan mengakui tidak dapat intervensi terhadap perusahaan pakan ternak yang menaikkan harga pakan. Hal itu menanggapi keluhan peternak ayam petelur terkait tingginya harga pakan ternak.

"Kami (Disnakkeswan) tidak bisa intervensi untuk menurunkan harga pakan ternak. Kendati hal ini mengakibatkan peternak ayam petelur di Lampung Selatan tidak produksi," ujar Kepala Disnakkeswan Lamsel Rini Ariasih, Selasa, 15 Maret 2022.

Menurut dia, Disnakkeswan Lampung Selatan lebih fokus pada kesehatan hewan ternak saja. Ia mengakui kenaikan harga pakan ternak menjadi penyebab peternak ayam di wilayahnya tidak produksi. Bahkan, peternak banyak gulung tikar.

"Kami sudah mencoba mencari tahu mengenai apa penyebab harga pakan ternak naik dan ternyata bahan-bahan untuk membuat pakan ternak juga ikut naik. Jadi, wajar kalau pengusaha pakan ternak menaikan harga jual pakan ternak ayam," katanya.

Rini Ariasih meminta kepada para peternak ayam petelur untuk dapat menbuat pakan sendiri, tidak mengandalkan pakan beli dari perusahaan pakan ternak ayam. Sebab, formulasi kandungan pakan ternak ayam di pengusaha pakan telah naik juga harganya.

"Ya, kalau bisa peternak ayam petelur mengolah atau membuat pakan ayam sendiri, tanpa mengandalkan pakan beli dari perusahaan pakan ternak. Pakan ternak ayam yang dibuat sendiri tentunya tidak sebaik pakan dari beli di perusahaan. Tapi minimal peternak ayam petelur masih bisa bertahan untuk produksi," jelasnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait