#beritalampung#beritalamsel#hargakopra#ekbis

Harga Kopra dan Kelapa di Lampung Selatan Anjlok 

Harga Kopra dan Kelapa di Lampung Selatan Anjlok 
Pengepul kopra di Lampung Selatan. Lampost.co/Perdhana Wibisono


Kalianda (Lampost.co): Setelah hampir setahun bertahan tinggi, harga kopra di beberapa kecamatan di Lampung Selatan akhirnya anjlok di angka Rp6 ribu per kilo.

Dari informasi yang dihimpun Lampost.co, turunnya harga kopra di kecamatan setempat sudah terjadi sejak tiga pekan lalu. Sebelumnya harga kopra mencapai Rp10 ribu per kilo.

Seiring dengan turunnya harga kopra, diikuti juga dengan anjloknya harga buah kelapa menjadi Rp1.500 per butir yang sebelumnya mencapai Rp2.000 ribu per butir. 

Sobari (37) salah seorang pengepul di kecamatan setempat mengatakan anjloknya harga kopra yang diikuti kelapa berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk menurunkan harga minyak goreng curah. 

"Kemungkinan ada kaitannya, karena setelah minyak goreng mudah didapat dan murah, harga kopra dan kelapa langsung anjlok," kata Sobari, Senin, 4 Juli 2022. 

Meskipun harga kedua komoditas tersebut anjlok, akan tetapi dalam berapa bulan terakhir hasil panen kelapa para petani setempat sedang melimpah. "Kalau hasil kelapa sedang bagusnya, setiap 40 hari sekali panen," ujar warga Kecamatan Sidomulyo itu. 

Bahkan, kata dia, beberapa petani yang sebelumnya enggan mengolah buah kelapa menjadi kopra, sejak terjadinya kenaikan harga sudah mulai produksi kembali. "Mereka sudah mulai produksi kopra, sejak harga naik. Entah kedepannya karena sudah turun," katanya. 

Padahal, lanjutnya, untuk memprduksi buah kelapa menjadi kopra, para petani mendapatkan nilai lebih dari air, sabut, dan batok bahkan arang. "Betul dapat nilai tambahan dari produksi kopra," kata Sahrul (51) salah seorang petani di Kecamatan Kalianda. 

Menurutnya, tingginya harga kopra sejak setahun terakhir membuat para petani sudah mulai kembali mengolah buah kelapa menjadi kopra. "Tapi belum tahu, masih mau produksi atau tidak. Karena harga kopra sudah turun kembali, masih lihat situasi," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait