#hargakelapa#komoditaslampung#ekbis

Harga Kelapa Tingkat Petani di Pesisir Barat Naik Jadi Rp2.800 Per Butir

( kata)
Harga Kelapa Tingkat Petani di Pesisir Barat Naik Jadi Rp2.800 Per Butir
Ilustrasi panen kelapa - Antarafoto


Krui (Lampost.co): Harga kelapa di tingkat petani di Kabupaten Pesisir Barat mengalami kenaikan berkisar Rp2.600--Rp2.800 per butir. Hal itu melegakan para pemilik kebun kelapa di Pesisir Barat.

"Kami sangat bersyukur harga kelapa naik. Pasalnya kami memanen kelapanya dalam umur satu bulan sekali," kata Hasbulloh (61), warga Pekon Pakunegara, Kecamatan Pesisir Selatan, kepada Lampost.co, Jumat, 23 Oktober 2020.

Menurutnya, saat ini harga kelapa cukup bagus berkisar Rp2.600 per butir. "Cukup membantu keuangan keluarga di tengah pandemi covid-19," kata dia.

Hasbulloh mengatakan dirinya menjual hasil panen buah kelapanya kepada para pembeli lokal di wilayah sekitar.

"Yang jadi kendala saat ini beberapa pohon kelapa mengalami serangan semut yang menyebabkan pucuknya mati dan lama kelamaan pohon kelapa itu mati," kata dia.

Ia berharap pemerintah melalui dinas terkait mengerahkan penyuluh lapangan untuk memberikan arahan ilmu kepada petani kelapa untuk mengatasi serangan hama itu. Juga bagaimana agar ada bantuan obat-obatan pupuk dan berbagai hal lain yang kaitannya membantu para petani kelapa di tempat itu agar hasil kebun mereka maksimal. 

Sementara Purnama (50) seorang warga Kecamatan Ngambur mengatakan harga di tempatnya lebih baik lagi yaitu Rp2.800 per butir. 

Ia bersyukur dengan harga yang ada saat ini, pasalnya pernah terjadi tidak ada yang membeli buah kelapa yaitu pasca Idulfitri lalu. 

"Mungkin karena pandemi covid-19, jadi tidak ada pengiriman buah kelapa ke Pulau Jawa, jadi gak ada yang beli, pada waktu itu. Kalau sekarang harganya cukup baik. Malah bisa dibilang tinggi, karena pernah tidak ada yang beli. Pernah hanya Rp1.000 per butir. Pernah juga Rp1.500 per butir," kata dia. 

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Berita Terkait


Komentar