#kedelai#tempe

Harga Kedelai Terus Melambung, Pengusaha Tempe Kian Menjerit

Harga Kedelai Terus Melambung, Pengusaha Tempe Kian Menjerit
Pengusaha tempe di Natar, Lampung Selatan, keluhkan tingginya harga kedelai. Lampost.co/Febi


Kalianda (Lampost.co) -- Pelaku usaha tempe di Desa Merakbatin, Kecamatan Natar, Lampung Selatan (Lamsel) mengeluhkan tingginya harga kedelai. 

Salah satu pengusaha tempe, Supriyanto alias Ato (55), mengatakan sejak awal 2021 harga kedelai tidak terkendali dan terus melambung tinggi.

"Tidak tahu penyebabnya, yang jelas kami berat dengan harga semahal itu," kata Supri, Kamis, 22 April 2021.

Sebelum 2021 harga kedelai untuk pembuatan tempe masih berkisar antara Rp8.000 hingga Rp8.400. Selanjutnya, harganya tidak pernah turun, bahkan kini menjadi Rp11 Ribu. 

"Harapan masyarakat itu sederhana, usahanya lancar dengan harga bahan baku tidak terlalu mahal. Kalau sekarang susah hampir tidak ada untung dari jualan tempe ini," katanya. 

Dia melanjutkan, setiap hari menghabiskan sekitar 25-30 kilogram kedelai untuk pembuatan tempe di rumahnya. Jumlah tersebut menurun jauh dari tahun-tahun sebelumnya. "Itu salah satu dampak dari tingginya harga kedelai. Kalau sekarang hanya setengahnya," ujarnya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait