#sembako#kedelai

Harga Kedelai Tak Kunjung Turun

Harga Kedelai Tak Kunjung Turun
Lapak penjual tahu-tempe di pasar Gintung Bandar Lampung. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tingginya harga kedelai masih dikeluhkan oleh penjual tahu-tempe di pasar Gintung, Bandar Lampung.

Meski pemerintah melalui Kementrian Perdagangan (Kemendag) menjamin ketersediaan bahan baku tahu-tempe itu, namun saat ini harga perkilo di pasaran masih terbilang cukup tinggi.

“Sudah mau setahun harganya nggak turun, kemarin sempat turun Rp200 tapi sekarang sudah naik lagi jadi Rp10.100,” ujar Ahmadi, seorang penjual tahu-tempe di pasar Gintung, Selasa, 21 September 2021.

Selain mengeluhkan harga kedelai yang masih tinggi, Ahmadi dan rekan perajin tempe lainnya mengatakan tidak mungkin untuk melakukan mogok produksi, mengingat berdagang tahu-tempe merupakan satu-satunya mata pencahariannya.

“Harga kedelai mahal, jadi kami perkecil ukuran tahu-tempenya. Karena kecil, ditawar sama pembeli yang dijual Rp2 ribu ditawar Rp1.500,” kata dia.

Sementara itu pemerintah melalui siaran pers yang diunggah di laman website kemendag.go.id mengatakan, harga kedelai saat ini masih wajar dan terjangkau di tengah fluktuasi harga kedelai dunia. Fluktuasi harga itu sudah terjadi sejak awal tahun 2021 silam.

“Fluktuasi harga ini diharapkan tidak menyurutkan para pengrajin tahu dan tempe untuk terus berproduksi agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan proteinnya dengan baik,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan.

Fluktuasi harga kedelai dunia disebabkan komoditas  kedelai asal Amerika Serikat (AS) yang masih belum memasuki masa  panen, sehingga, berdampak pada naiknya harga kedelai saat ini.

“Saat ini, secara umum harga kedelai di tingkat pengrajin kota besar, dan sentra produksi utama kedelai tetap pada angka Rp10.000 per kg,” kata Oke Nurwan.

Sementara itu, ketersediaan kedelai secara nasional masih sangat  mencukupi. Oke mengatakan stok secara nasional masih sekitar 610 ribu ton dan cukup untuk tiga bulan mendatang.

“Kami memastikan ketersediaan stok kedelai dapat terus memenuhi  keperluan  industri tahu  dan  tempe,” ujarnya.

Secara rutin Kementerian Perdagangan akan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan  harga  kedelai  dunia, baik ketika terjadi penurunan ataupun kenaikan harga. Kemendag ingin memastikan harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe serta harga tahu dan tempe di pasar berada di tingkat yang wajar.

“Untuk  itu, kami mengimbau kepada pelaku usaha kedelai dan para pengrajin agar jangan khawatir dan tetap menjalankan kegiatan usahanya agar masyarakat dapat menikmati  tahu dan tempe sebagai salah satu sumber  protein  dengan harga yang terjangkau,” kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait