#beritalampung#beritabandarlampung#ekbis

Harga Kedelai Mulai Mengalami Penurunan

Harga Kedelai Mulai Mengalami Penurunan
Para pengrajin tempe sedang membungkus kedelai yang sudah siap untuk di fermentasi, Jumat, 20 Januari 2023. Lampost.co/Yudi Wijaya


Bandar Lampung (Lampost.co): Harga kedelai mulai mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Saat ini kedelai dihargai Rp12.500 per kilo dari sebelumnya mengalami kenaikan signifikan di harga Rp14.500 per kilonya.

"Sekarang mulai berangsur turun dari yang tadinya tembus di harga Rp14.500 per kilonya. Sekarang sudah turun di harga Rp12.500-12.700 per kilonya," ujar Sutrisno, perajin tempe di Gunungsulah, Bandar Lampung, Jumat, 20 Januari 2023.

Hal senada juga dikatakan Supri, perajin tahu di Gunungsulah, bahwa harga kedelai sudah mulai mengalami penurunan.

"Iya, harga kedelai sudah mulai mengalami penurunan sejak satu pekan ini. Kemarin terakhir beli sudah di harga Rp12.700 per kilonya," kata dia.

Baca juga: Distribusi Vaksin PMK di Lampung Baru 49 Persen

Kendati demikian, turunnya harga kedelai itu masih dikeluhkan para perajin tahu dan tempe di Gunungsulah, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung. Perajin menilai harga itu masih jauh dari harga normal.

“Sekarang harganya Rp12.700 kita belinya. Walaupun sudah turun, hitungannya masih mahal,” kata salah satu perajin tempe, Sukemi.

Sukemi mengatakan tak bisa mengganti bahan dasar tempe itu dengan produk kedelai lokal. Sebab, selain kualitas yang kurang baik, barang sulit didapatkan di pasaran. 

“Kalau produk (kedelai) lokalnya bagus dan barangnya ada, ya pasti pakai yang lokal. Tapi kan memang keadaan di lapangan yang nggak ada barang lokalnya,” ujarnya.

Perajin tempe lainnya, Sutrisno, mengeluhkan harga kedelai yang tak kunjung normal. Ia mengaku kerap mendapatkan protes dari pelanggannya dengan alasan ukuran yang tak seperti biasa.

“Kalau harga kedelai tinggi ya terpaksa ukurannya kami kecilkan, tapi risiko pelanggan ngedumel,” kata dia.

Ia berharap harga kedelai bisa turun di kisaran Rp10 ribu per kilonya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait