#TEMPE#KEDELAI#BERITALAMPUNG

Harga Kedelai Impor Berangsur Membaik

Harga Kedelai Impor Berangsur Membaik
Ilustrasi:Pixabay.com


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perajin tempe dan tahu mengatakan bahwa saat ini produksi telah kembali berjalan lancar dan perajin tahu-tempe sudah bisa berproduksi dengan harga bahan baku kedelai yang sudah disepakati.

"Saat ini proses pembuatan tahu dan tempe berjalan lancar, benar-benar sangat membantu. Kini harga dari reseller sudah Rp8.500 per kg dan kami proses pembuatan," kata perajin tempe di Gunung Sulah, Bandar Lampung, Maryani, Senin 22 Februari 2021. 

Sejumlah perajin tahu meminta Kementan menyediakan kedelai dengan stok yang aman untuk diolah menjadi tahu. Salah satu perajin tahu, Abu Alim mengatakan kualitas kedelai impor jauh lebih baik ketimbang kedelai lokal. Kualitas kedelai impor bisa dirasakan dari rasa tahu yang lebih gurih.

"Kedelai impor itu lebih sering digunakan untuk memproduksi tempe. Untuk tahu juga lebih bagus karena rasanya lebih gurih," ujar Azis.

Saat ini, ia mengaku masih menggunakan kedelai impor dari Amerika Serikat karena suplai kedelai lokal yang belum ada. Selain itu, harga kedelai impor jauh lebih murah ketimbang kedelai lokal. Perbedaannya hampir dua kali lipat, harga kedelai lokal Rp16 ribu per kg, sedangkan kedelai impor Rp9.300 per kg.

"Dari segi harga sudah berbeda, segi rasa juga sudah cocok kedelai impor. Jadi, kalau ditanya mau pindah ke kedelai lokal saya kayaknya masih belum bisa jawab," katanya. 

Perajin lain mengatakan, jika pemerintah ingin mengganti kedelai menjadi kedelai lokal, kemungkinan besar para pedagang akan menuntut karena secara otomatis harga akan berubah dan mengalami kenaikan. 

"Pastinya harga akan naik, karena kan harga kedelainya naik. Jadi, ukuran dan harga tempe mengikuti. Jangan sampai semua ini mempengaruhi proses dan menjadikan pedagang mengeluh," ujar dia. 

Di lain tempat, pedagang di pasar Wayhalim juga menolak jika dari perajin menaikkan harga tempe dan tahu karena hal itu akan menjadikan penurunan penjualan. 

"Waktu kedelai naik aja ukuran tempe jadi berubah, jangan sampai malah naik harganya ini bisa meresahkan. Soalnya meski tempe dan tahu jadi bahan makanan pokok masyarakat, tetapi saya masyarakat akan komplain kalau sampai naik harganya," kata Tuti, pedagang di pasar Wayhalim. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait